Jumat 20 Sep 2019 12:57 WIB

Sungadi, Pemuda Jumbo Asal Sragen Berbobot 1,4 Kuintal

Saking beratnya, Sungadi pernah nyebur ke septic tank yang tak kuasa menahan tubuhnya

Rep: Joglosemar/ Red: Joglosemar

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Kasus kelebihan berat badan alias overweight ternyata juga ada di Sragen. Seorang pemuda bernama Sungadi (21) warga Dukuh Jurang, Desa Sono, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, memiliki berat badan cukup fantastis.

Pemuda itu memiliki bobot 140 kilogram atau hampir satu setengah kuintal. Putra kelima dari pasangan Suwarno (50) dan Tukiyem (40) ini, memiliki bobot mencapai 140 kilogram.

Berat badan berlebihan ini bahkan sudah dialami Sungadi sejak lahir. Sungadi bahkan terbilang menjadi orang terberat di Sragen saat ini.

“Dulu waktu baru lahir saja beratnya sudah 4,8 kilogram. Kondisinya jadi susah gerak. Sungadi itu bahkan baru bisa jalan mulai umur 5 tahun,” kata Suwarno saat ditemui wartawan di rumahnya, Kamis (19/9/2019).

Suwarno menerangkan, kondisi gemuk yang dialami Sungadi membuat nafsu makannya juga berlebih. Saat ini dirinya selalu berusaha membatasi agar Sungadi makan tiga kali sehari saja. Sebab jika tidak dibatasi, Sungadi bahkan kuat makan hingga sembilan kali dalam sehari.

“Ya kalau makanan kesukaannya bakso. Ya orang gemuk ya makannya kayak gitu Mas, kuat sekali. Kalau untuk minum ya air putih biasa,” terang Suwarno.

Meski berbadan jumbo, keseharian Sungadi masih terbilang aktif. Ia bahkan masih bisa bekerja sebagai buruh pengupas jagung.

Namun jika ada tetangga yang sedang membangun, Sungadi memilih membantu jadi kuli bangunan.

“Anaknya cerdas sebenarnya, hanya bicaranya saja yang kurang jelas. Kalau ada tetangga yang sedang bangun rumah, langsung bantu-bantu sebisanya. Dia yang penting kerja, nggak pernah mematok bayaran. Seikhlasnya saja orang mau kasih berapa nggak pernah protes,” kata Suwarno.

Suwarno melanjutkan, karena kondisi tubuhnya, Sungadi cukup kesulitan jika harus buang air besar. Bahkan beberapa tahun lalu, Sungadi pernah jatuh hingga masuk ke septic tank, karena lantai WC ambrol akibat tak kuat menyangga beban tubuhnya.

“Wah dulu sampai kerepotan mengeluarkan anak saya dari septic tank. Untungnya bisa (dikeluarkan) dan selamat tanpa luka serius. Sejak saat itu, cor-coran lantai WC saya perkuat agar nggak ambrol lagi,” ujar Suwarno.

Suwarno sendiri berharap uluran tangan pemerintah, agar membantu meringankan kondisi anaknya. Jika anaknya bisa diberi perawatan hingga turun beberapa kilogram lagi, tentunya Sungadi akan lebih aktif dalam menjalani keseharian.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, dr Hargiyanto menjelaskan, pihaknya sudah berkomunikasi langsung dengan keluarga Sungadi.

Dinkes juga telah menginstruksikan petugas Puskesmas setempat, untuk mengupayakan pemeriksaan rutin serta memberikan solusi terkait obesitas yang diderita Sungadi.

“Meskipun kondisinya gemuk, tapi masih cukup lincah. Namun tetap harus diperiksa untuk mengantisipasi komplikasi-komplikasi yang berpotensi mengganggu kesehatannya. Jangan sampai anak ini sakit gula tipe satu, karena penanganannya cukup sulit, harus disuntik insulin setiap hari. Perlu juga dikontrol pola makannya,” terang Hargiyanto. 

 

The post appeared first on Joglosemar News.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan joglosemarnews.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab joglosemarnews.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement