Kamis 29 Aug 2019 18:48 WIB

Ciwidey-Cileunyi Didorong Jadi Kawasan Wisata Ramah Muslim

Pariwisata halal cukup potensial di Kabupaten Bandung.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Dwi Murdaningsih
Ilustrasi Wisata Halal
Foto: Foto : MgRol112
Ilustrasi Wisata Halal

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG -- Kawasan Ciwidey, Pasirjambu dan Rancabali (Pacira) di Bandung Selatan serta Cileunyi, Cimenyan, dan Cimenyan (3-C) di Bandung Timur didorong menjadi kawasan wisata ramah muslim atau pariwisata halal. Hal itu dilakukan mengingat jumlah kunjungan wisatawan Timur Tengah banyak yang datang ke Kabupaten Bandung.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bandung, Yoharman Syamsu mengaku pihaknya melihat pariwisata halal cukup potensial di Kabupaten Bandung. Sebab katanya kunjungan wisatawan dari Timur Tengah dan lainnya relatif banyak.

 

"Kabupaten Bandung melihat ini potensial karena permintaan wisata halal khususnya di Timur Tengah cukup banyak. Wisatawan asing dari Januari hingga sekarang mencapai 1800 kunjungan. Kebanyakan dari Malaysia, Timur Tengah dan lainnya," ujarnya, Kamis (29/8).

 

Dirinya mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan destinasi wisata yang ramah bagi muslim. Salah satu diantaranya memasukan agenda pariwisata halal ke peraturan daerah (perda) rencana induk pembangunan pariwisata Kabupaten Bandung.

 

"Subtansi pariwisata halal itu dibreakdown menjadi empat hal yaitu kelembagaan, membuat SOP, orientasi kawasan dikembangkan wisata halal itu ada dua kawasan besar yaitu Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali," katanya.

 

Menurutnya, pihaknya mendorong wisata halal di tiga lokasi tersebut karena industri pariwisata disana sudah berkembang. Ia mengatakan pariwisata halal merupakan pelayanan tambahan atau ramah kepadq muslim dan tidak akan mengubah wisata yang ada dan bagi non muslim.

 

Dirinya mengatakan pihaknya juga mendorong kawasan di Cileunyi, Cimenyan dan Cilengkrang menjadi ramah muslim. Sebab berapa lokasi tersebut berkembang dari sisi wisata alamnya. "Kita dorong ke arah sana memberikan jaminan konsumen muslim untuk nyaman beribadah," katanya.

 

Yoharman mengatakan indikator nyaman beribadah yaitu tempat salat lebih besar, adanya petunjuk kiblat. Kemudian didorong sertifikasi produk makanan dan prosesnya. Katanya, hal-hal teknis tersebut seperti petunjuk salat saat ini belum maksimal. Oleh karena itu akan dimaksimalkan agar memudahkan pengunjung.

 

Ia pun menyebut saat ini tengah membuat kajian pariwisata halal dan tengah membuat roadmapnya. Kajian tersebut katanya melibatkan perguruan tinggi seperti UPI, ITB, UIN, STIPAR. Termasuk kerjasama dengan visit halal dan Halal Center Salman. 

 

Kemudian pihaknya tengah mempersiapkan naskah akademik untuk raperda penyelenggaran wisata halal yang sudah diajukan ke DPRD.  Menurutnya, pihak DPRD akan membahas agenda tersebut pada 2020 mendatang karena beberapa waktu lalu baru dilakukan pelantikan anggota DPRD terpilih.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement