Sabtu 24 Aug 2019 21:23 WIB

Kemensos RI Serahkan Bantuan Jadup Korban Bencana Donggala

Total bantuan jadup tersebut sebesar Rp 1,2 miliar.

Zidan (kanan) dan Caca berpose di depan rumahnya yang rusak akibat gempa dan tsunami di Wani, Donggala, Sulawesi Tengah.
Foto: Wahyu Putro/Antara
Zidan (kanan) dan Caca berpose di depan rumahnya yang rusak akibat gempa dan tsunami di Wani, Donggala, Sulawesi Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, ONGGALA -- Kementerian Sosial Republik Indonesia menyerahkan bantuan dana jaminan hidup (jadup) kepada korban terdampak bencana gempa bumi, di Wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (24/8). Bantuan jadup yang diserahkan senilai Rp 1,2 miliar.

Bantuan dana jadup tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat kepada 10 perwakilan korban bencana Donggala. "Bantuan dana Jadup ini diberikan kepada 2.288 korban bencana Donggala yang datanya sudah terverifikasi oleh Kemensos RI. Jadup tersebut disalurkan oleh Kemensos RI kepada warga ke rekening milik mereka yang dibuka oleh Bank BRI," katanya.

Baca Juga

Ia menerangkan Kemensos RI juga telah menyerahkan bantuan dana jadup kepada korban terdampak bencana di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. "Dari tiga daerah itu, dana jadup untuk korban bencana di Sigi sudah kami salurkan 100 persen, Kota Palu masih 67 persen dan Donggala masih tahap pertama berdasarkan data yang kami terima 13 persen,"ucapnya.

Ia berharap bantuan itu dapat memulihkan kondisi sosial dan psikologis korban bencana agar mereka dapat beraktivitas seperti sediakala pascabencana 28 September 2018. Sementara itu, Wakil Bupati Donggala, Mohamad Yasin yang menerima kunjungan Kemensos RI mengimbau instansi terkait agar segera menyelesaikan pendataan calon penerima bantuan jadup yang hingga kini sebanyak 2.500 kepala keluarga (KK) calon penerima bantuan tersebut belum valid.

"Saya meminta semua dinas terkait agar bekerja semaksimal mungkin kalau bisa hari Minggu tetap masuk kantor. Begitu juga dengan korban bencana saya imbau untuk menyiapkan data-data yang dibutuhkan," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement