Ahad 18 Aug 2019 00:47 WIB

PMI Rayakan HUT RI Bersama Korban Tsunami Banten

Perayaan digelar di pulau terpencil dan terisolir yakni Pulau Sangiang, Serang.

Korban selamat dari terjangan tsunami di Pulau Sangiang, berada di Puskesmas Anyer, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Ahad (23/12).
Foto: Republika/Bayu Adji P
Korban selamat dari terjangan tsunami di Pulau Sangiang, berada di Puskesmas Anyer, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Ahad (23/12).

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang, Banten merayakan Hari Kemerdekaan RI dengan menggelar berbagai kegiatan di lokasi terdampak bencana tsunami Selat Sunda di pulau terpencil dan terisolir yakni Pulau Sangiang, Serang.

"Keberadaan kami di lokasi tersebut merupakan dalam rangka operasi pelayanan pemulihan pascabencana tsunami Selat Sunda yang telah menerjang pesisir Banten pada Sabtu 22 Desember 2018. Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan ke-74 RI, PMI melakukan berbagai acara bersama korban bencana ini dalam memeriahkan hari kemerdekaan ini," kata Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat Arifin M Hadi, Sabtu (17/8)

Menurutnya, PMI terus berkomitmen memberikan pelayanan kepada para penyintas bencana selain pada saat tanggap darurat juga di fase pemulihan bencana. Selain membantu pemulihan di wilayah daratan seperti Cilegon, Serang dan Pandeglang termasuk pulau-pulau terpencil yang ikut terdampak seperti Pulau Sangiang ini.

Momentum ini sangat tepat untuk kembali membangkitkan semangat para warga yang terdampak atau korban bencana untuk menghilangkan rasa duka yang membekas akibat bencana tsunami beberapa waktu lalu.

Selain itu, melalui rangkaian kegiatan ini pihaknya mengajak seluruh masyarakat yang berada di Pulau Sangiang memberikan penyadaran tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana gempa dan tsunami terlebih keberadaan mereka ini berada di zona megatrust Selat Sunda dan juga harus siap menghadapi ancaman potensi Gunung Krakatau.

"Dalam kesempatan ini juga, kita melakukan pencanangan beberapa kegiatan diantaranya pembangunan instalasi air bersih dan pipanisasi, pelayanan kesehatan, promosi kesehatan, PSP dan juga pendistribusian barang bantuan seperti school kits, hygiene kit, baby kits, selimut serya terpal kepada korban bencana," tambah Arifin.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement