Senin 12 Aug 2019 15:50 WIB

Dishub Depok Gandeng Mal Sediakan Halte Khusus Ojol

Dishub juga mendekati pengelola ojol untuk mengubah titik temu hanya di shelter.

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Endro Yuwanto
Ojek Online (Ilustrasi)
Foto: Republika
Ojek Online (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok bakal menggandeng pusat perbelanjaan dan perkantoran yang ada di sepanjang Jalan Margonda untuk bekerja sama dengan pengemudi ojek online (ojol). Kerja sama itu untuk menyediakan shelter atau halte khusus ojol.

"Kami berharap dapat mengurangi kemacetan lalu lintas akibat keberadaan ojol yang kerap parkir pinggir jalan maupun trotoar," ujar Kepala Dishub Kota Depok, Dadang Wihana, Senin (11/8).

Dadang mengutarakan, ada beberapa titik lokasi yang rawan kemacetan dan kesemrawutan saat jam sibuk pulang kerja di sepanjang Jalan Raya Margonda. Antara lain pusat belanja Margo City, D’Mall, Ramayana, ITC, dan sekitar kampus Gunadarma. Lokasi-lokasi itu harus dibuat halte khusus ojol untuk menunggu calon penumpang.

"Penataan pengemudi ojol akan dilakukan secara persuasif melibatkan komunitas ojol dan pihak terkait lainnya untuk berdiskusi menyiapkan shelter di lima titik rawan kemacetan akibat bertumpuknya ojol menunggu calon penumpang," jelas Dadang.

Kehadiran dua buah shelter di sekitar Stasiun Depok Baru dan Jalan Raya Kartini Stasiun Depok Lama dapat dijadikan contoh. Terlebih tanpa ada biaya dari pemerintah kota atau APBD tapi melalui urunan komunitas ojol. Setiap ojok masuk shelter dikenakan Rp 2.000 per hari untuk membayar sewa lahan yang dipakai.

Tidak hanya melakukan pendekatan kepada komunitas ojol, Dishub Kota Depok akan mendekati pengelola Grab dan Gojek untuk mengubah titik temu bagi pengemudi ojol hanya di shelter. Sehingga ojol tidak liar atau menunggu calon penumpang di pinggir jalan yang menganggu kelancaran arus lalu-lintas di Depok.

"Bayangkan jumlah ojol di Kota Depok mencapai lebih 35.800 orang, tentunya aktivitas sangat tinggi dan kerap menimbulkan kemacetan serta kesemrawutan di sejumlah ruas jalan di Depok," jelas Dadang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement