Jumat 09 Aug 2019 06:43 WIB

Jokowi ke Malaysia Bahas Masalah WNI dan Kelapa Sawit

Jokowi dan Mahathir Mohamad akan bahas masalah WNI dan kelapa sawit

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani
Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau perkebunan kelapa sawit
Foto: Humas Kementan
Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau perkebunan kelapa sawit

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara melakukan kunjungan kenegaraan ke Malaysia, Jumat (9/8). Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan, dalam kunjungan ini terdapat dua isu yang akan menjadi prioritas pembahasan Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, yakni mengenai masalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan juga kelapa sawit.

“Pertama mengenai masalah WNI. Kalau WNI teman-teman tahu jumlahnya cukup banyak lebih dari 2 juta orang. Tentunya keberadaaan dengan jumlah besar itu ada beberapa isu mengikutinya. Termasuk mengenai masalah pendidikan bagi anak-anak TKI kita dsb,” ujar Retno dikutip dari laman setpres.

Selain itu, Jokowi dan Mahathir akan membahas isu kelapa sawit. Seperti diketahui, produk kelapa sawit dari Indonesia dan Malaysia sulit menembus pasar Uni Eropa karena adanya larangan. Sebagai negara produsen kelapa sawit yang cukup besar di dunia, Indonesia dan Malaysia pun akan membahas masalah ini.

“Banyak tantangan yang sedang dihadapi oleh kelapa sawit. Oleh karena itu, kira-kira besok kedua pemimpin akan berbicara mengenai kelapa sawit,” tambahnya.

 

Retno mengatakan, bagi Indonesia, Malaysia merupakan salah satu negara mitra utama di Asean. Di sisi perdagangan, Malaysia merupakan mitra dagang ketujuh terbesar atau tujuan ekspor keenam terbesar bagi Indonesia. Di Asean, Malaysia menjadi mitra terbesar kedua setelah Singapura.

“Kalau untuk investasi FDI Malaysia adalah lima terbesar, sementara untuk wisatawan adalah yang terbesar karena jumlahnya sudah lebih dari 2,5 juta,” ungkap Retno.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement