Kamis 11 Jul 2019 11:53 WIB

Mengolah Limbah Spanduk Jadi Tas Belanja

Anggota PKK di Jakarta Utara dilatih untuk mengolah limbah spanduk jadi tsa belanja

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Christiyaningsih
 Kantong belanja mulai dijual untuk menyukseskan program pengurangan kantong plastik di salah satu toko ritel Kota Bandung, Ahad (21/2). (Republika/Edi Yusuf)
Kantong belanja mulai dijual untuk menyukseskan program pengurangan kantong plastik di salah satu toko ritel Kota Bandung, Ahad (21/2). (Republika/Edi Yusuf)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Utara berinovasi mengolah limbah spanduk yang tersisa dari pelaksanaan Pemilu 2019 menjadi tas belanja. Sebanyak 50 anggota PKK Pokja II perwakilan dari enam kecamatan dilatih khusus selama dua hari untuk membuat kerajinan tas belanja.

Di hari pertama, pelatihan akan diisi dengan teori dan praktik pembuatan pola tas dari bahan dasar spanduk. Kemudian di hari kedua mereka praktik menjahit hingga finishing.

Baca Juga

Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Utara, Rosnawati Lologau, mengatakan inspirasinya datang ketika melihat banyak spanduk yang menumpuk dan sudah tidak terpakai lagi. Ia pun berinisiatif untuk menjadikan spanduk menjadi barang yang bermanfaat bagi warga.

"Kalau dibiarkan saja akan menjadi sampah. Akhirnya kami sepakat untuk mengolah limbah spanduk ini menjadi tas yang bisa dipakai belanja ke pasar," kata dia, Kamis (11/7).

Rosnawati tidak menginginkan tumpukan spanduk itu menambah jumlah sampah di wilayah Jakarta Utara. Sebab, saat ini banyak kalangann sedang giat-giatnya mengampanyekan pengurangan sampah plastik. Upaya untuk mengurangi sampah adalah dengan cara mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bisa memiliki nilai jual.

Ide kreatif TP PKK Kota Administrasi Jakarta Utara mendapatkan dukungan dari Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Utara. Sudin KUMKMP menyediakan fasilitas pelatihan pembuatan tas di Lantai 3 Tempat Kumpul Kreatif Jakarta Utara, Lokbin 103 Permai, Kecamatan Koja.

Rosnawati berharap kegiatan tersebut bisa meningkatkan pemberdayaan ekonomi. "Kalau geliatnya bagus, maka akan semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jakarta Utara. Apalagi jika memanfaatkan barang-barang bekas," ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement