Rabu 26 Jun 2019 19:51 WIB

Ambulans Desa di Purwakarta Mayoritas Buatan Cina

Ketua Apdesi menyebut mayoritas buatan Cina karena berdasarkan bujet desa.

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika didampingi Wabup Aming saat merilis 183 ambulans desa, di Kampung Paranggombong, Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Rabu (26/6).
Foto: Republika/Ita Nina Winarsih
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika didampingi Wabup Aming saat merilis 183 ambulans desa, di Kampung Paranggombong, Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Rabu (26/6).

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Pemkab Purwakarta, merilis 183 ambulans yang diperuntukan bagi pemerintahan desa. Armada untuk hal-hal kemergensian ini, mayoritas merupakan buatan Cina. Karena, dari 183 unit kendaraan itu, 115 di antaranya merupakan kendaraan roda empat buatan negeri tirai bambu tersebut.

Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Purwakarta, Anwar Sadat, mengatakan, untuk pemilihan merk ataupun jenis kendaraannya, semuanya diserahkan ke masing-masing pemerintahan desa. Tidak ada intervensi, soal armada yang harus dibeli tersebut.

Baca Juga

"Kenapa memilih kendaraan produk Cina, sepertinya karena disesuaikan dengan bujet keuangan dari masing-masing desa," ujar Sadat, kepada Republika, Rabu (26/6).

Meski demikian, lanjut Sadat, dari 183 kendaraan itu, tidak semuanya produk Cina. Karena, 68 unit di antaranya merupakan kendaraan produk Jepang. Saat ini, ambulans desa tersebut disiaga di masing-masing kantor desa.

Menurut Sadat, ambulans dengan nama Kidang Kawelas Joss ini, akan melayani masyarakat yang sifatnya keemergensian. Seperti, warga yang sakit keras, atau ibu yang hendak melahirkan namun ada tingkat resikonya.

Dengan adanya kendaraan ini, diharapkan bisa memininalisasi kasus patalisasi kesehatan warga. Termasuk juga, menekan angka kematian ibu dan bayi. 

"Saat ini, tidak ada lagi alasan warga tak bisa dirujuk ke RS. Karena, setiap desa sudah punya armada ambulansnya," ujar Sadat. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement