Rabu 05 Jun 2019 14:48 WIB

Kapolri: Pelaku Bom Kartasura Belajar Merakit dari Internet

Tito mengatakan pelaku belajar merakit bom lewat internet yang ia lihat di ponsel

Polisi melakukan penjagaan saat penggeledahan rumah pelaku peledakan Pospam Kartasura di dusun Kranggan, Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/6/2019) dini hari.
Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Polisi melakukan penjagaan saat penggeledahan rumah pelaku peledakan Pospam Kartasura di dusun Kranggan, Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/6/2019) dini hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan pelaku bom Kartasura, Jawa Tengah, RA, mengaku belajar cara merakit bom secara otodidak dari internet. Bahkan seluruh bahan untuk merakit ia beli sendiri.

"Itu dia belajar dari internet melalui ''handphone'', kemudian dia membeli juga (bahan-bahannya). Semua dia beli sendiri," ujar mantan Kapolda Metro Jaya itu di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (5/6).

Baca Juga

Informasi itu, kata Tito, didapat setelah polisi melakukan wawancara langsung dengan pelaku. Fakta tersebut kemudian juga diperkuat dengan ditemukannya bahan-bahan serta alat pembuat bom di rumah RA yang terletak di Kranggan Kulon, Wirogunan, Kabupaten Sukoharjo.

Mantan Kapolda Papua tersebut menambahkan setelah merakit bom, pelaku kemudian menyurvei sendiri target operasinya. Selain itu, RA juga meledakkan sendiri bom buatannya.

"Dalam kasus ini kesimpulan sementara kami sudah mendekati 90 persen ya, bahwa dia adalah ''lone wolf''," ucap Tito.

Sebelumnya, bom bunuh diri di Pos Pengamanan I Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, meledak pada Senin malam sekitar pukul 22.45 WIB.

Aksi tersebut membuat seorang pria, yang juga merupakan terduga peledak bom tersebut, terluka, hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement