Sabtu 04 May 2019 20:40 WIB

600 KK Asal Sumbar Jadi Korban Banjir Bengkulu

Ikatan Keluarga Minang (IKM) Provinsi Bengkulu telah menyalurkan sejumlah bantuan.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Friska Yolanda
Warga melihat rumah yang ambruk karena diterjang banjir bandang di Desa Genting, Kecamatan Bang Haji, Bengkulu Tengah, Kamis (2/5/2019).
Foto: Antara/David Muharmansyah
Warga melihat rumah yang ambruk karena diterjang banjir bandang di Desa Genting, Kecamatan Bang Haji, Bengkulu Tengah, Kamis (2/5/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Sebanyak 600 kepala keluarga (KK) asal Sumatera Barat menjadi korban akibat dampak banjir dan longsor yang melanda Bengkulu pekan lalu. Jumlah tersebut merupakan data sementara yang dikumpulkan oleh Ikatan Keluarga Minang (IKM) Provinsi Bengkulu. 

"Jumlah terbesar di Kota Bengkulu, dan juga 8 Kabupaten lainnya tidak masuk Kabupaten Muko-Muko," kata Wakil Ketua DPW IKM Bengkulu, Delta Madya Sutan Pangeran di Kota Bengkulu, Sabtu (4/5). 

Untuk bantuan yang diberikan, Delta mengatakan saat hari pertama bencana, IKW Bengkulu membagikan nasi bungkus, air bersih, makanan instan dan juga pakaian layak pakai. 

Pascabencana, IKM  mendata korban yang rumahnya rusak parah. IKM berencana memberikan bantuan bedah rumah dengan catatan bantuan tersebut bagi yang benar-benar butuh.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menyerahkan bantuan rendang sebanyak 100 kilogram untuk warga Sumbar yang terkena bencana Bengkuku. Bantuan tersebut sudah diserahkan  oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit kepada Ketua DPW IKM Provinsi Bengkulu Bujang HR. 

"Bantuan ini adalah salah satu wujud kepedulian kami di kampung untuk dunsanak-dunsanak yang terkena bencana di Bengkulu ini," ucap Nasrul.

Wagub berharap semoga warga Minang dengan semua masyarakat Bengkulu yang menjadi korban bencana bisa sabar menghadapi cobaan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement