Senin 29 Apr 2019 13:48 WIB

Ikan di Danau Sentani Aman Dikonsumsi Masyarakat

Hal yang seharusnya dikhawatirkan adalah jika ikan di Danau Sentani memakan sampah.

Warga berada diantara sampah yang terbawa akibat meluapnya danau Sentani di Waena Jayapura, Papua.
Foto: Antara/Gusti Tanati
Warga berada diantara sampah yang terbawa akibat meluapnya danau Sentani di Waena Jayapura, Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua telah memastikan ikan-ikan di Danau Sentani, seperti gabus aman dikonsumsi masyarakat. DKP mengatakan telah melakukan pemeriksaan di laboratorium terkait hal itu

Kepala DKP Provinsi Papua, FX Mote mengatakan sebelumnya tersebar isu ikan di Danau Sentani memakan bagian tubuh dari jasad-jasad korban banjir bandang. Namun, setelah diperiksa tidak ada pengaruhnya.

Baca Juga

"Rata-rata ikan yang berkembang biak di Danau Sentani merupakan jenis herbivora sehingga tidak akan memakan bangkai, kecuali beberapa jenis seperti ikan lohan danau, namun tetap saja tidak ada pengaruhnya," katanya, Senin (29/4).

Menurut Mote, dari hasil uji lab tidak ditemukan kandungan zat atau lainnya yang berpengaruh sehingga bisa dipastikan ikan di Danau Sentani aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat setempat. "Kami memang tidak menerbitkan surat tertentu, namun bisa dipastikan dan diumumkan ikan di Danau Sentani layak untuk dikonsumsi," tegasnya.

Dia menyebutkan jika memang ada ikan yang sempat memakan jasad korban banjir bandang, hal tersebut tidak akan menjadi racun sehingga masyarakat tidak usah khawatir. "Justru yang harus dikhawatirkan masyarakat adalah jika ikan-ikan tersebut memakan sampah plastik atau limbah yang sudah dapat dipastikan hal tersebut beracun," ujar dia.

Ia mengimbau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menggelar kegiatan makan ikan bersama untuk mematahkan sugesti masyarakat mengenai ikan yang mengonsumsi jasad korban banjir bandang ini sehingga ke depan kampanye makan ikan dapat tersosialisasi dengan baik.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement