Ahad 21 Apr 2019 23:01 WIB

PKS NTB Optimistis Raih Dua Kursi di DPR Pusat

PKS NTB mendasarkan optimismenya pada perhitungan internal

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Hasanul Rizqa
 Ratusan ribu kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menghadiri kampanye terbuka di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Ahad (16/3). (Republika/Agung Supriyanto)
Ratusan ribu kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menghadiri kampanye terbuka di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Ahad (16/3). (Republika/Agung Supriyanto)

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nusa Tenggara Barat (NTB) Abdul Hadi mengaku optimistis pihaknya dapat meraih raupan maksimal dalam pemilihan legislatif (pileg) tahun ini. Dia menuturkan, berdasarkan perhitungan internal PKS NTB bakal meraih dua kursi di DPR-RI. Perinciannya, masing-masing satu kursi melalui daerah pemilihan (dapil) NTB 1 atau Pulau Sumbawa dan satu kursi dari dapil NTB 2 atau Pulau Lombok.

"Dari data C-1 Plano yang kita kumpulkan hingga Sabtu (20/4) malam. InsyaAllah, PKS akan menambah satu kursi dari satu kursi menjadi dua kursi di dapil NTB," ujar Hadi di Kantor DPW PKS NTB, Ahad (21/4).

Baca Juga

Selain meloloskan dua caleg ke DPR RI, PKS NTB juga yakin meraih minimal delapan kursi untuk DPRD Provinsi NTB. Sedangkan untuk DPRD kabupaten/kota di NTB yang memiliki sebanyak 46 dapil, Hadi memperkirakan PKS bisa meraih minimal 40 dapil di 10 kabupaten/kota di NTB.

"Dari data tabulasi yang masuk, insyaAllah suara kita di DPRD NTB akan bertambah," kata dia.

Hadi menyampaikan pencapaian yang diperoleh PKS NTB tak lepas dari kerja keras para kader partai. Selain itu, lanjut Hadi, faktor Prabowo-Sandiaga dan kehadiran Gubernur NTB Zulkieflimansyah yang menjadi ketua tim pemenangan PKS NTB membuat peningkatan suara yang signifikan, khususnya di Pulau Sumbawa.

"Alhamdulillah, dukungan para ulama dan tokoh masyarakat yang mendukung capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga juga meningkatkan suara partai kami pada Pemilu 2019 ini," ungkap Hadi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement