Rabu 27 Mar 2019 01:42 WIB

Kampanye Sandiaga dan Prinsip '4-As'

Sandiaga Uno berkampanye di hadapan lautan massa pendukung di Lamongan.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Hasanul Rizqa
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menyapa simpatisan emak-emak saat kampanye terbuka di Desa Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (26/3/2019).
Foto: Antara/Syaiful Arif
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menyapa simpatisan emak-emak saat kampanye terbuka di Desa Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (26/3/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, LAMONGAN — Calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengajak para relawan dan pendukung 02 untuk bekerja keras dalam mewujudkan pemilihan umum yang damai dan sukses. Dia menuturkan pentingnya memegang prinsip empat "as", dalam rangka memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menjelang hari pencoblosan Pilpres 2019 pada 17 April 2019 mendatang, perlu adanya konsolidasi. Sebab, inilah rentang masa yang mesti dimanfaatkan untuk meyakinkan publik tentang keunggulan Prabowo-Sandi.

Baca Juga

“Tinggal 18 hari lagi (sebelum pencoblosan), para relawan dan pendukung saya harapkan bekerja dengan prinsip empat ‘as’, (yakni) kKerja keras, kerja cerdas, tuntas, dan ikhlas,” kata Sandiaga saat melakukan kampanye terbuka di Desa Sedayu Lawas, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (26/3).

Sebagai informasi, Lamongan, menjadi kota ketiga yang disinggahi Sandiaga pada hari ketiga masa kampanye terbuka Pilpres 2019. Saat berkampanye di Lamongan, Sandi membawa serta sosok musisi nasyid, Nisa Sabyan. Di kalangan remaja, sosok penyanyi muda itu cukup terkenal.

Di lokasi kampanye, tampak ribuan warga, relawan, dan para pendukung Prabowo-Sandi menanti orasi politik dari pengusaha muda tersebut. Pada Pilpres 2014 lalu, Prabowo berhasil menang tipis dari Joko Widodo (Jokowi), yakni sebanyak 368 ribu suara berbanding 342 ribu suara.

Sandi menerangkan, prinsip empat "as" merupakan pola kerja para pendukung untuk meyakinkan masyarakat pemilih. “Datangi para tetangga, sahabat, dan keluarga di lingkungan terdekat. Yakinkan kepada mereka bahwa Prabowo-Sandi jika dipercaya memimpin pemerintahan, akan mengembalikan stabilitas harga-harga pokok,” kata Sandi.

Dalam setiap orasinya, Sandi memang menebalkan tentang jalan keluar perekonomian. Di Lamongan, ia menyampaikan tiga kelompok masyarakat yang harus ditingkatkan taraf kesejahteraannya. Mereka adalah para nelayan, buruh/petani, dan perempuan atau kaum ibu.

Dalam konteks Pilpres, Sandi kembali menawarkan program wiraswasta OK-OCE sebagai salah satu jalan keluar mewujudkan kesejahteraan. Inti program itu, pemberian modal usaha kepada kelompok ekonomi menangah agar mampu berkembang.

“Insya Allah, bersama Prabowo-Sandi, kesejahteraan nelayan, dan petani, dapat kita tingkatkan,” sambung Sandi. Program OK-OCE sebetulnya bukan gagasan baru. Sandi membawa ide tersebut saat menjadi wagub DKI Jakarta bersama Gubernur Anies Baswedan pada 2017/2018 lalu. Program OK-OCE di Jakarta, salah satunya terealisasi dengan unit-unit usaha minimarket milik masyarakat. Tak semuanya berhasil.

Namun, Sandi pernah mengklaim, program tersebut ikut memberikan pendapatan daerah sebesar Rp 359 miliar setahun. Program OK-OCE tersebut, pun sampai hari ini masih berjalan di DKI Jakarta. Sedangkan program Rumah Siap Kerja menjadi gagasan baru yang ditawarkan Sandi selama menjadi cawapres di Pilpres 2019. Sebagai pengusaha, ia yakin program tersebut dapat mencetak wiraswasta baru yang mampu menyerap tenaga kerja secara masif.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement