Selasa 26 Mar 2019 14:01 WIB

BI Jabar Buat Konsorsium Halal Center Jabar

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk perwujudan pengembangan ekonomi

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Gita Amanda
Halal (ilustrasi)
Foto: mui.or.id
Halal (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Barat (Jabar) membuat konsorsium Halal Center Jabar, Selasa (26/3). Pencanangan konsorsium halal tersebut, ditandai dengan kegiatan deklarasi Halal Center Jawa Barat Dan Pelatihan Sertifikasi Halal UMKM, PKL dan Kopontren.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jabar, Doni P Joewono, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk perwujudan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah KPw BI Provinsi Jawa Barat tahun 2019. Khususnya dalam rangka pengembangan halal value chain di Jawa Barat.

Baca Juga

"Penandatanganan deklarasi Konsorsium Halal Center se-Jawa Barat untuk Menjadikan Jawa Barat sebagai Pionir Gerakan Sertifikasi Halal Nasional," ujar Doni.

BI Jabar pun, menurut Doni menggelar pelatihan Sertifikasi Halal bagi para Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Koperasi Pondok Pesantren yang diikuti oleh peserta dengan penuh semangat.

"Antusiasme peserta pelatihan sangat besar, yang tercermin dari tingginya minat pendaftar yang mencapai 800 pelaku UMKM dalam dua hari pembukaan pendaftaran," katanya.

Pelatihan ini, kata dia, bertujuan untuk mempersiapkan para pelaku UMKM agar dapat memenuhi berbagai persyaratan dan mengetahui secara mendalam proses pra-sertifikasi halal.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut, kata dia, diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk semakin mendukung pengembangan ekonomi syariah. Agar visi “Jawa Barat sebagai Poros Pendidikan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia” dapat segera terwujud.

Doni menilai, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran penting terhadap perekonomian nasional. Peran pengembangan ekonomi syariah merupakah salah satu bagian yang utuh dalam rangka pelaksanaan tugas Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan Indonesia.

"Dengan latar belakang tersebut mendorong Bank Indonesia aktif bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia agar dapat tumbuh dengan pesat," katanya.

Terkait dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, menurut Doni, Bank Indonesia memiliki visi yaitu “Mendukung Tercapainya Indonesia sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia”. Hal ini, dilakukan salah satunya melalui penguatan halal value chain terutama untuk UMKM  dan pariwisata. 

Menurut Doni, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim menyediakan peluang yang besar bagi Indonesia untuk menjadi key player industri halal dunia. Kondisi pertumbuhan kinerja ekonomi dan keuangan syariah dunia yang pesat dengan didukung oleh strategi pengembangan industri syariah yang tepat.

"Ke depan Indonesia diharapkan tidak hanya berperan sebagai market terbesar namun juga dapat menjadi produsen terbesar di sektor industri halal," katanya.

Di Jawa Barat, kata dia, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat telah aktif mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah sejak tahun 2013. Di 2018 lalu, berbagai kegiatan telah dilaksanakan seperti Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa, Program Pengembangan Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren, Pilot Project Program PUSPA 2.0, Program Wisata Halal, dan Program IKRA (Industri Kreatif) Halal.

Melanjutkan berbagai upaya tersebut, kata dia, pada 2019 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat memiliki lima program unggulan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Barat. Di antaranya,  Program Pengembangan Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren, Program PUSPA (Pendampingan UMKM Syariah oleh Praktisi dan Akademisi), Program IKRA (Industri Kreatif) dalam rangka Penguatan Halal Value Chain, Program Sertifikasi Halal bagi UMKM, dan Program Pengembangan Pariwisata Halal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement