Senin 11 Mar 2019 18:18 WIB

Perairan Bersahabat, Hasil Tangkapan Nelayan Cukup Tinggi

Per perahu nelayan bisa mendapatkan hasil tangkapan Rp 1,5 juta.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Indira Rezkisari
Nelayan
Foto: Eric Ireng/Antara
Nelayan

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Nelayan kecil di Kabupaten Indamayu saat ini sedang menikmati hasil tangkapan yang cukup tinggi. Hal itu menyusul kondisi cuaca dan gelombang yang bersahabat di perairan Indramayu.

‘’Alhamdulillah, sudah seminggu ini nelayan kecil di Indramayu melaut dengan normal,’’ ujar Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Indramayu, Dedi Aryanto, Senin (11/3).

Baca Juga

Dedi mencontohkan, hasil tangkapan nelayan kecil di daerah Glayem, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu saat ini rata-rata mencapai Rp 1,5 juta per perahu. Menurutnya, hasil tangkapan tersebut terbilang cukup tinggi untuk nelayan kecil.

Dengan hasil tangkapan tersebut, para nelayan yang menjadi anak buah kapal (ABK)-nya mendapat penghasilan sekitar Rp 100 ribu per hari. Penghasilan itu merupakan penghasilan bersih setelah dipotong biaya perbekalan melaut.

 

Menurut Dedi, para nelayan kecil itu melaut hanya di sekitar perairan Indramayu. Dia mengatakan, kondisi gelombang dan cuaca cukup bagus sehingga nelayan tidak terkendala saat melaut.

Hal senada diungkapkan prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn. Dia menjelaskan, perairan Indramayu saat ini dalam kondisi normal. ‘’Ketinggian gelombangnya berkisar antara 0,2 – 1,0 meter,’’ terang Faiz.

Namun, meski demikian, Faiz tetap mengimbau agar nelayan tetap waspada jika terjadi hujan yang disertai angin di perairan. Pasalnya, kondisi tersebut bisa meningkatkan tinggi gelombang sesaat.

Terkait kondisi cuaca secara umum di Wilayah Ciayumajakuning, Faiz menyebutkan, pada Maret ini, curah hujan masih tinggi di sejumlah daerah. Selain di Kabupaten Kuningan, kondisi serupa juga terjadi di sebagian besar Majalengka dan Cirebon.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement