REPUBLIKA.CO.ID, Enam orang anak tampak bermain skateboard di flyover atau lintas atas Slipi Skatepark, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu. Mereka berliuk-liuk di atas papan dengan berbagai teknik bak pemain skateboard atau skateboarder andal.
Mereka baru berusia 12 tahun tetapi banyak hal yang mereka tahu tentang dunia skateboard. Bahkan teknik skateboard yang menurut mereka sulit pun seperti ollie north bisa diperagakannya.
Keenam orang anak itu berteman satu sama lainnya. Meski tak satu sekolah tetapi mereka sering bermain skateboard bersama. Bagi mereka, kehadiran Slipi Skatepark sangat menggembirakan.
Mereka tak perlu lagi jauh-jauh dari rumahnya di kawasan Slipi ke Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, Jakarta Barat untuk bermain skateboard. Mereka hanya berjalan kaki untuk sampai ke Slipi Skatepark.
"Di sini ramainya Sabtu-Minggu. Kalau Minggu, yang main skateboard habis dari CFD (Car Free Day) bareng-bareng ke sini," ujar salah satu anak yang bermain skateboard, Ahmad Reyvan Fatony (12 tahun) kepada Republika.
Para skateboarder cilik ini mengaku belajar teknik-teknik skateboard secara otodidak. Di era digital ini, mereka bisa belajar melalui internet seperti di Youtube. Reyvan mengaku sudah satu tahun bermain olahraga ini. Sedangkan, teman-temannya beragam, ada yang sudah satu tahun, tujuh bulan, lima bulan, dan tiga bulan.
Mereka saling berbagi dan mengajari satu sama lain ketika bisa menguasai teknik skateboard baru. Selain Reyvan, ada Ahmad Yudistira (12 tahun), Abdul Kadir Jailani (12 tahun), Felix (12 tahun), Muhammad Haikal Zakki (12 tahun), dan Syahrul Bari Ranur (12 tahun). Keenam anak itu menjajal semua arena skateboard yang ada di Slipi Skatepark.
Kepada Republika, secara bergiliran mereka menunjukkan aksinya bermain skateboard. Salah satunya Yudistira yang beraksi di arena yang bentuknya seperti mangkuk atau dalam skateboard disebut bowl.
Yudistira memperlihatkan gaya teknik skateboard dasar yakni ollie. Trik yang satu ini merupakan sebuah gerakan yang membuat papan skate melompat. Yudistira menghentakkan bagian belakang papan, lalu menggeser kaki depan ke arah depan dan melompat di saat bersamaan. Sehingga, papan skatenya pun melayang di udara.
Kendati sudah menguasai beberapa teknik, tetapi Yudistira masih belum percaya diri mengikuti kompetisi skateboard. Menurutnya, untuk saat ini, ia harus banyak berlatih.
Selain arena bowl, ada pula half pipe yang berbentuk cekung setengah pipa, banks, rail, mini quarter, pyramid, up down stairs. Namun, menurut mereka arena yang ada di FO Slipi Skatepark perlu diperbaiki.
"Yang di half pipe itu enggak ada besinya di ujung. Terus ini jarak half pipe-nya deketan banget, jadi masak sudah turun langsung naik lagi," kata Reyvan.
Sementara, Kadir juga menyebut, lantai di arena FO Slipi Skatepark ini permukaannya tidak rata. Sehingga ketika bermain, mereka merasakan dengan jelas permukaan yang kasar itu membuat permainan skateboard tidak nyaman. "Lantai Bowl ini enggak rata nih," kata dia.
Selain itu, mereka masing-masing menyebutkan lagi fasilitas arena skatepark yang harus dibenahi. Di antaranya rail yang digunakan untuk teknik skateboard grind, menurut mereka terlalu tinggi.
Ketika sore menjelang malam, mereka juga menyebut penerangan di FO Slipi Skatepark juga kurang. Haikal mengatakan, harusnya ada lampu penerangan di setiap arena skateboard.
Kadir menambahkan, selain itu perlu juga disediakan toilet. Menurutnya, para pemain skateboard bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Terkadang keinginan membuang air kecil di tengah latihan skateboard muncul.
"Toilet juga harus disediakan tuh. Kan kita main lama juga, suka pengen pipis, jauh enggak ada toilet," katanya.
Slipi Skatepark berada tepat di bawah lintas atas Slipi, Jakarta Pusat. Suara kendaraan bergerung keras menemani para skateboarder cilik ini berlatih. Namun, mereka mengatakan meski berada di tengah lalu lintas kendaraan. Tak menyurutkan mereka berlatih skateboard.
Terkadang ketika hujan mengguyur, air hujan itu jatuh di antara sela bangunan lintas atas satu dengan yang lainnya membasahi Slipi Skatepark. Sehingga hal itu membuat beberapa arena becek.
Petugas Suku Dinas Kehutanan Jakarta Pusat Dudi Suryadi mengatakan, Slipi Skatepark belum diresmikan. Ia tidak tahu mengenai waktu peresmian skatepark tersebut tetapi bila orang-orang yang ingin bermain skateboard sudah diperbolehkan.
"Belum diresmikan ini, tetapi boleh main biasanya anak-anak main skateboard di sini," ujar Dudi sambil mengelap satu per satu logo nama 'Slipi Skatepark'.
Laki-laki yang pernah bekerja sebagai loper koran selama 38 tahun itu mengatakan, setiap harinya petugas Sudin kehutanan Jakarta Pusat membersihkan area skatepark. Selain itu, mereka juga merawat beberapa tumbuhan yang ditanam di skatepark tersebut.