Senin 21 Jan 2019 17:10 WIB

TKN akan Ikuti Format Debat dari KPU

TKN mengatakan debat harus berjalan dengan menarik bagaimanapun formatnya.

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ratna Puspita
Direktur Program TKN Aria Bima di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (23/9).
Foto: Republika/Bayu Adji P
Direktur Program TKN Aria Bima di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (23/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) kubu pemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengaku siap mengikuti format debat yang nantinya diatur Komisi Pemilihan Umum (KPU). TKN mengatakan, debat harus berjalan dengan menarik bagaimanapun formatnya.

"Bagaimanapun ini harus bisa menjadi tontonan yang lebih menarik tapi sensasinya tetap masuk gitu loh," kata Direktur Program TKN pasangan calon nomor urut 01 Aria Bima di Jakarta, Senin (21/1).

Aria mengatakan, format debat yang berikutnya lebih baik berjalan dengan tidak terlalu kaku. Dia melanjutkan, intinya tujuan debat agar setiap masyarakat mengetahui kandidat calon presiden dan calon wakil presiden mereka.

Menurut Aria, kedua paslon tentu akan menggunakan waktu yang disediakan untuk menyampaikan visi, misi serta program mereka ke masyarakat semaksimal mungkin. Dia mengatakan, penajaman visi dan misi nantinya bisa juga dilakukan melalui kritik yang disampaikan lawan debat. 

Anggota DRP RI komisi VI itu melanjutkan, kritik yang dilontarkan lawan akan membantu masyrakat untuk memahami gagasan yang dimiliki para kandidat. Nantinya, dia mengatakan, panelis dapat membantu dengan menyampaikan tambahan fakta dan data.

Kendati demikian, Aria menolak usulan yang membolehkan moderator melemparkan pertanyaan guna mendalami materi dalam debat. Dia mengatakan, pelontaran pertanyaan lebih baik dilakukan oleh para panelis agar subsansinya lebih menarik.

"Tapi intinya, cukup disaring semua respon masarakat mengenai debat kemarin, formatnya seperti apa dan balik ke KPU, kita ini paslon kan secara UU ga punya kewenangan, ya sudah KPU putuskan saja, kami ikut" kata Aria lagi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement