Selasa 08 Jan 2019 15:26 WIB

Kapal Tanker Minyak Sawit Hilang Kontak di Laut Jawa

Kapal tersebut bertolak dari Kalimantan Selatan pada 27 Desember membawa 11 ABK.

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Friska Yolanda
Ilustrasi kapal tanker
Foto: Antara/Ampelsa
Ilustrasi kapal tanker

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Jajaran Polres Karawang, Jawa Barat, menerima informasi jika kapal tanker MT Namse Bangdzod yang bermuatan minyak sawit hilang kontak di perairan Laut Jawa. Kapal tersebut hilang kontak sejak Senin perang (7/1). Hingga kini, keberadaan kapal tersebut masih misteri.

Kapolres Karawang AKBP Slamet Waluyo mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi soal hilang kontaknya kapal tanker tersebut. Setelah menerima laporan kemarin sore, jajarannya langsung terjun ke perairan Laut Jawa. Namun, penyisiran yang dilakukan mulai dari Perairan Tanjungpakis sampai ke perbatasan Kabupaten Subang, pihaknya tak menemukan tanda-tanda kapal tersebut.

"Kita sudah melakukan penyisiran di perairan yang masuk ke wilayah Karawang. Kapal bermuatan minyak sawit ini, masih misteri," ujar Slamet di sela-sela acara ekspos kasus narkoba di Mapolres Karawang, Selasa (8/1).

Padahal, lanjut Slamet, pihaknya sudah mengerahkan dua kapal patroli milik Polres Karawang. Pencarian ini akan terus dilakukan, sampai keberadaan kapal itu jelas diketahui. 

Termasuk pada hari ini, pencarian dilanjutkan sampai sore. Apalagi, cuaca sangat mendukung. Karena, tidak turun hujan maupun darangnya angin kencang. Sehingga, petugas patroli bisa fokus mencari di jalur yang diduga dilalui tanker tersebut.

Informasi yang diperoleh Republika.co.id, kapal tanker MT Namse Bangdzod dengan GT/NT 1.128 ini, merupakan kapal berbendera Indonesia. Kapal tersebut dioperasikan oleh PT Surabaya Shipping Lines yang berkantor pusat di Surabaya.

Kapal tersebut, dinahkodai Muhammad Asdar Wijaya. Dengan membawa 11 anak buah kapal (ABK). Mereka adalah Yanuardin Mendrofa, Husni Mubarak, Andi Tasyriq, Satria Idam Sulitio, Bambang Mulyono, Agustinus Piter, Asrun Surinsa, Dahar, Wardani, Ardiyanto, dan Dwi Wahyu Sabtono.

Tanker tersebut bertolak dari Sampit, Kalimantan Selatan, pada 27 Desember 2018 lalu. Seharusnya, kapal itu sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Tetapi, hingga awal pekan ini kapal tersebut belum tiba di pelabuhan itu.

Selain menerjunkan dua kapal patroli, lanjut Slamet, pihaknya juga telah menghimbau nelayan untuk membantu pencarian. Jika ada tanda-tanda soal tanker itu, maka segera laporkan ke petugas terdekat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement