Jumat 04 Jan 2019 12:27 WIB

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Warga Pulau Sebesi Dievakuasi

Terjadi retakan baru dalam satu garis lurus di satu sisi badan Gunung Anak Krakatau.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andi Nur Aminah
Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat erupsi terlihat dari KRI Torani 860 di Perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, Jumat (28/12).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat erupsi terlihat dari KRI Torani 860 di Perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, Jumat (28/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan upaya-upaya setelah erupsi kembali terjadi di Gunung Anak Krakatau dan adanya retakan di gunung itu. Upaya itu di antaranya evakuasi penduduk dan patroli.

Kasubdit Tanggap Darurat BNPB Budhi Erwanto mengatakan, pihaknya melakukan evakuasi penduduk yang tinggal di daerah tersebut. "Sebab kami mengimbau untuk tidak mendekati radius lima kilometer. Jadi sekarang penduduk di lima kilometer dari Puncak Gunung Anak Krakatau sudah kosong (karena dievakuasi, Red)," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (4/1).

Begitu juga dengan penduduk di Pulau Sebesi yang letaknya terdekat dengan Gunung Anak Krakatau juga telah dievakuasi ke tempat yang aman. Selain mengevakuasi warga, ia menyebut pengawasan dari patroli angkatan laut dan tim satgas juga telah dilaksanakan.

photo
Warga mendayung sampan dengan latar belakang erupsi Gunung Anak Krakatau di Pelabuhan Pulau Sebesi, Lampung Selatan, Lampung, Selasa (1/1/2019).

Sebelumnya Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebutkan terjadi retakan baru dalam satu garis lurus di satu sisi badan Gunung Anak Krakatau yang diduga akibat getaran tinggi saat terjadi erupsi. Kemudian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau mencatat erupsi beberapa kali terjadi pada Gunung Anak Krakatau Kamis (3/1) kemarin.

Kepala PVMBG Kasbani mengungkap kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 31 mm dan durasi kurang lebih satu menit 10 detik. Tidak terdengar suara dentuman.

"Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III (Siaga)," ujarnya seperti dalam keterangan tertulisnya.

photo
Petugas memeriksa data rekam seismograf pemantau aktifitas letusan Gunung Anak Krakatau di Pos Pengamatan GAK Pasauran, Serang, Banten, Sabtu (29/12).

Ia menyebut ada beberapa rekomendasi di antaranya masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius lima kilometer dari kawah. Sebelumnya di hari yang sama, Gunung Anak Krakatau, Lampung meletus pada Kamis (3/1) pukul 10.17 WIB. Adapun tinggi kolom abu teramati kurang lebih setinggi 2.000 meter (m) di atas puncak yaitu 2.110 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi kurang lebih 2 menit 8 detik. Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III atau Siaga," ujarnya.

Hari ini, Jumat (4/1) Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pukul 09.39 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 1.500 meter diatas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement