Jumat 21 Dec 2018 05:55 WIB

JK Minta Golkar Jual Harapan Baik kepada Masyarakat

JK juga mendorong Golkar benar-benar menjadi parpol yang bersih dari korupsi.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Bayu Hermawan
Jusuf Kalla
Foto: AP/Olivier Matthys
Jusuf Kalla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meminta kepada Partai Golkar untuk menjual harapan dengan baik, terutama jelang Pemilu 2019. Adapun, harapan baik tersebut pelaksanannya harus sesuai dengan keinginan masyarakat.

"Jadi apa yang dijual dalam setiap pemilu, harapan dan kemudian pelaksanannya. Oleh karena itu, ketua umum dan seluruh pengurus merumuskan harapan baik yang dapat dipahami oleh masyarakat," ujar Jusuf Kalla dalam acara pertemuan akhir tahun Partai Golkar di Hotel Dharmawangsa, Kamis (20/12).

Jusuf Kalla menambahkan, kinerja partai dinilai dari para kadernya yang duduk di DPR dan juga menteri. Golkar memiliki dua tokoh yang menjabat sebagai menteri dalam Kabinet Kerja yakni Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang Kartasasmita. Jusuf Kalla meminta agar keduanya dapat memberikan contoh yang baik bagi Golkar.

"Disini ada ketum, menteri perindustrian, dan Menteri Sosial Agus, tentu harus memberi contoh yang baik," kata Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla mendorong agar Golkar dapat benar-benar bersih dari korupsi. Politisi senior Golkar tersebut berharap, seruan anti korupsi tidak hanya sebatas ucapan saja namun juga harus diiringi dengan tindakan nyata.

Adapun, dalam pidatonya Jusuf Kalla menyindir Partai Demokrat yang sering mengklaim anti korupsi. Namun, banyak politisi Demokrat yang terjerumus dalam tindak korupsi. Akibatnya dapat menurunkan suara partai. Oleh karena itu, Jusuf Kalla meminta agar Golkar tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti partai lain.

Jusuf Kalla mencontohkan, ketika dia menjabat sebagai ketua umum Golkar, tidak ada satu pun pengurus yang berurusan dengan KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian. Saat itu, dia membuat aturan bahwa pengurus Golkar tidak boleh ada yang menyetorkan sepeser uang ke DPP. Sehingga pada waktu itu, tidak ada pengurus Golkar yang mencari sesuatu atas nama partai.

"Selama ini Golkar nomor 1 atau nomor 2 itu aja terus menerus, karena itulah kita harus mencoba tetap bertahan dengan cara ialah bagaimana perilaku kita semua," ujar Jusuf Kalla.

Jusuf Kala juga meminta para kader Golkar mempunyai peran yang baik dalam pemerintahan dan demokrasi. Karena itu, dia menegaskan agar para kader bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat.

"Kita selalu mengatakan suara rakyat, suara Golkar atau suara Golkar suara rakyat, artinya dalam menjalankan (tugas) partai itu selalu memberikan harapan kepada rakyat, memberikan contoh yang baik," kata Jusuf Kalla.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement