REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pelaksanaan dan teknis debat capres-cawapres sudah disepakati oleh KPU, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kiai Ma’ruf, dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Kedua kubu pun sudah mempersiapkan diri menjelang pelaksanaan debat tersebut.
Secara teknis, Ketua KPU Arief Budiman, mengatakan pelaksanaan debat pasangan capres-cawapres Pemilu 2019 digelar selama 120 menit (2 jam). Debat selama lima kali tersebut seluruhnya digelar di Jakarta.
"Debat capres-cawapres Pemilu 2019 digelar lima kali dan semuanya di Jakarta," ujar Arief saat membacakan kesimpulan pertemuan persiapan debat capres-cawapres di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/12).
Selain menyepakati dua hal itu, KPU bersama TKN dan BPN juga setuju jika durasi debat selama 120 menit. Adapun secara spesifik lokasi debat nantinya digelar di hotel yang representatif untuk semua pihak.
Debat pertama digelar di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta. Debat kedua digelar di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Selatan. Debat ketiga dilaksanakan di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta.
Debat keempat digelar di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta. Debat kelima kembali digelar di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta.
Arief mengungkapkan, jadwal pelaksanaan debat pun sudah dipastikan. Namun, kepastian itu hanya untuk debat pertama hingga debat keempat saja.
Sementara itu, waktu pelaksanaan debat terkahir atau debat kelima masih akan dibahas kembali oleh KPU, TKN dan BPN. "Jadi jadwal debat pertama itu 17 Januari, kemudian debat kedua pada 17 Februari, debat ketiga pada 17 Maret dan debat keempat pada 30 Maret," papar Arief.
Dia menjelaskan, debat pertama akan mempertemukan dua pasangan capres-cawapres. Kemudian debat kedua dilakukan antar capres saja.
Debat ketiga digelar antar cawapres. Debat keempat kembali akan mempertemukan dua capres. Terakhir, debat kelima kembali untuk pasangan capres-cawapres.
Lebih lanjut Arief menjelaskan KPU, TKN dan BPN juga telah menyepakati lebih dari 14 tema debat. Tema-tema ini secara bergantian akan menjadi isu-isu utama pada setiap debat.
Pada debat pertama, tema yang diangkat yakni hukum, HAM, korupsi dan terorisme. Debat kedua akan mengambil tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, infrastruktur.
Debat ketiga, membahas soal pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan kebudayaan. Debat keempat mengambil tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, hubungan internasional.
Sementara itu, debat kelima akan membahas ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, perdagangan dan industri. Arief pun mengungkapkan nantinya ada sejumlah pakar yang akan dijadikan panelis untuk mempertajam tema-tema yang ada.
Persiapan
Terkait hal itu, kedua kubu sudah menyatakan siap. Kiai Ma’ruf Amin misalnya, akan memaparkan kelanjutan dari Nawacita I seperti yang sudah disiapkan tim. Ma'ruf mengaku tidak memiliki persiapan khisus guna menghadapi debat tersebut. Dia mengatakan, telah berdiskusi dengan tim terkait terkait berbagai persoalan dan program-program yang dimiliki pemerintah.
"Persiapan secara khusus sih tidak, persiapannya biasa saja. Tapi sebagai calon, tentu saya harus siap," kata Ma'ruf Amin dalam keterangan resmi, Rabu (19/12).
Pada Pilpres 2014 lalu, pasangan Jokowi-JK menggunakan Nawacita itu sebagai saripati visi dan misi untuk membangun Indonesia. Ma'ruf mengatakan, Nawacita II tentunya merupakan upaya bagaimana melanjutkan dan semakin membesarkan yang pertama itu.
"Jadi apa yang sudah dilakukan di Nawacita I, harus ada lompatan-lompatan. Intinya itu," kata Ma'ruf.
Mustasyar Nadhlatul Ulama (NU) itu mengatakan, tim tersebur berfungsi untik memberi masukan kepada Jokowi dan dirinya mengenai persiapan debat. Termasuk, dia melanjutkan, isu-isu apa saja kemungkinan yang akan dibahas.
Sementara, TKN telah membentuk tim khusus (timsus) guna menyambut debat calon presiden dan wakil presiden. TKN mengungkapkan, komposisi tim telah diisi seusia dengan topik-topik debat yang ditetapkan KPU.
"Komposisi tim sesuai dengan bidang keahlian yang ditetapkan bersama KPU 14 itu, ditambah tentu dengan orang-orang yang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam hal narasi dan konten," kata Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding di Jakarta, Rabu (19/12).
Karding mengatakan, tim nantinya akan berdiskusi dengan pasangan calon terkait materi debat. Dia melanjutkan, hal itu akan dilakukan disela-sela waktu dimana pasangan calon akan selalu di perbarui terkait perkembangan-perkembangan apa yang perlu didiskusikan dan disampaikan.
"Juga kemungkin pertanyaan yang mesti ditanykan, lalu perkembangan ke depan soal data-data tertentu atau bidang-bidang tertentu," kata Ketua DPP Partai Kebangkita Bangsa (PKB) itu.
Baca juga: Ini Jawaban Cina Soal Keprihatinan RI ke Muslim Uighur
Baca juga: Ruhut Sebut Keturunan Arab dalam Unggahan tentang Bahar