Kamis 20 Dec 2018 09:47 WIB

45 Kantong Jenazah Tsunami Aceh Dikuburkan Kembali

Kantong jenazah ditemukan saat pekerja hendak membangun rumah.

Warga melintas di dekat bangunan sirene sistem peringatan dini tsunami saat uji coba rutin membunyikan sirene di Banda Aceh, Aceh, Senin (26/11/2018).
Foto: Antara/Irwansyah Putra
Warga melintas di dekat bangunan sirene sistem peringatan dini tsunami saat uji coba rutin membunyikan sirene di Banda Aceh, Aceh, Senin (26/11/2018).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Sebanyak 45 kantong jenazah berisi tulang belulang manusia sebagai korban gempa dan tsunami di Aceh 14 tahun silam, telah dikuburkan kembali di tempat pemakaman umum Gampong (Desa) Kajhu, Aceh Besar. Puluhan kantong jenazah sebelumnya ditemukan dari satu lubang yang sama.

"Sudah dimakamkan, malam tadi juga," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Kamis (20/12).

Ia mengatakan puluhan kantong jenazah itu setelah ditemukan dari satu lubang yang sama menggunakan satu alat berat di kawasan pemukiman penduduk setempat, kemudian diangkat untuk diganti dengan kain kafan. Setelah dikafankan, jenazah dikumpulkan di tanah lapang di Dusun Lamseunong, Kajhu, dengan lampu penerangan seadanya, sebelum dibawa ke pemakaman oleh warga gampong tersebut.

Tercatat satu kantong jenazah, di antaranya atas nama Sri Yunita, telah diambil pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka. Almarhum telah dimakamkan di Gampong Lamreung, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

"Sebelum tsunami di tanggal 26 Desember 2004, Sri Yunita merupakan istri dari Taufiq Alamsyah. Saat ini, beliau menjabat sebagai Kabag (Kepala Bagian) Humas Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh," terang dia.

Ia menerangkan identitas isteri Taufiq Alamsyah terbongkar, setelah tanda pengenal ikut terkubur bersama tiga orang lainnya di antaranya. yakni Mariam Husin warga Ule Jurong Baroh Simpang Tiga, Sigli dengan KTP Merah Putih, Faizal Reza, Idi dengan tanggal lahir 130481 berstatus mahasiswa, dan Burhanuddin, warga Lambada Lhok, Kecamatan Baitusalam.

Dari ciri-ciri tulang belulang yang terdapat di dalam kantong jenazah 45 orang korban tsunami yang ditemukan itu, 24 orang di antaranya berjenis kelamin laki laki, 16 perempuan, dan lima bayi. "Totalnya ada 44 orang korban tsunami dikuburkan oleh warga, setelah mereka dikuburkan secara massal oleh relawan tanpa koordinasi dengan pihak gampong," ujar Dadek.

Sebelumnya pada Selasa (18/12), sekitar pukul 17.00 WIB, sejumlah pekerja bangunan yang sedang membangun rumah menemukan belasan kantong berisi kerangka korban tsunami yang terkubur di area pemukiman penduduk. Ogi, pekerja bangunan, mengaku menemukan kerangka korban tsunami dalam bungkusan kantong jenazah berwarna biru saat menggali tanah di depan rumah yang sedang dibangun.

"Kemarin, saat menggali di kedalaman setengah meter ditemukan plastik biru. Setelah dibuka plastik biru tersebut berisi tulang manusia," kata Ogi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement