Senin 17 Dec 2018 12:40 WIB

BNPB Minta tak Ada Aktivitas Radius 4 KM dari Puncak Soputan

Tujuannya agar masyarakat terhindar dari ancaman lava dan awan panas.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Muhammad Hafil
Gunung Soputan menghembuskan awan panas di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Minggu (16/12/2018).
Foto: Antara/Adwit B Pramono
Gunung Soputan menghembuskan awan panas di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Minggu (16/12/2018).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan Gunung Soputan, Sulawesi Utara, masih berstatus siaga pascaerupsi, Ahad (16/12) kemarin. Karena itu masyarakat diminta agar tidak beraktivitas di dalam radius 4 kilometer (km) dari puncak Gunung Soputan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, selama Ahad kemarin Gunung Soputan mengalami erupsi dan masih mengalami tremor vulkanik hingga pukul 24.00 WITA.

"Kesimpulannya tingkat aktivitas Gunung Soputan level III (Siaga)," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Senin (17/12).

Karena itu, kata dia melanjutkan, BNPB meminta masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 4 km dari puncak Gunung Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 6,5 kilometer yang merupakan daerah bukaan kawah.

"Ini untuk menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran," ujarnya.

Hingga saat ini, ia menyebut belum ada laporan korban jiwa maupun pengungsian. Kendati demikian, ia meminta masyarakat terus mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng Gunung Soputan, seperti S. Ranowangko, S. Lawian,  S. Popang dan Londola Kelewahu.    

"Jika terjadi hujan abu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi terhadap gangguan saluran pernapasan," katanya.

Disinggung mengenai jumlah kerugian, ia menyebut BNPB belum mengetahui jumlah kerugian karena laporan yang masuk masih sebatas hujan abu.

Sebelumnya Gunung api Soputan mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 7.500 meter (kurang lebih 9.309 meter di atas permukaan laut). Berdasarkan data KESDM, Badan Geologi, PVMBG dari Pos Pengamatan Gunung api Soputan, erupsi terjadi pada 16 Desember pukul 08.57 WITA.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah selatan dan barat daya,” kata Kepala bagian Hubungan Masyarakat BMKG Hary Tirto Djatmiko dalam keterangan tertulisnya, Ahad (16/12). 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement