Ahad 09 Dec 2018 16:44 WIB

Wagub Sumbar Minta Perantau tak Malu Pulang ke Kampung

Sumatra Barat membutuhkan banyak perantau untuk bangun kampung halaman.

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Muhammad Hafil
Perantau Minang
Foto: antaranews
Perantau Minang

REPUBLIKA.CO.ID,  PADANG -- Perantau dari Tanah Minang diminta tak malu untuk kembali ke kampung halaman setelah merampungkan studi perguruan tinggi. Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit mengaku, dirinya justru mengapresiasi perantau yang mau kembali ke kampung halaman untuk melakukan pembangunan yang melibatkan warga nagari atau desa.

Perkataan wagub ini seolah mematahkan anggapan bahwa sarjana yang pulang kampung dipandang 'gagal' dalam perantauannya. "Tak perlu malu balik ke kampung. Lebih baik buat usaha di kampung seperti peternakan, perikanan, dan pertanian. Di Pesisir Selatan misalnya, kami justru mendukung untuk itu," ujar Nasrul di hadapan Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Linggo Sari Baganti, Ahad (9/12).

Nasrul melihat bahwa Sumatra Barat membutuhkan lebih banyak perantau yang untuk membangun lagi kampungnya. Terlebih, disalurkannya dana desa membutuhkan pemahaman yang baik terkait manajemen keuangan, ditambah harus ada orang-orang kreatif yang bisa mengembangkan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag).

Nasrul melihat bahwa setiap nagari di Sumatra Barat memiliki potensi yang berkaitan dengan karakteristik wilayah untuk bisa dikembangkan. Ia mengambil contoh, di Payakumbuh ada sentra pembuatan rendang, nagari dengan potensi wisata dan kuliner, serta nagari dengan potensi pertanian atau peternakan.

Dalam kesempatan yang sama, Wagub juga meminta pemuda asal Kabupaten Pesisir Selatan untuk lebih jeli dalam memilih kampus selepas lulus SMA. Ia mengimbau lulusan SMA dan SMK untuk melanjutkan studi di kampus dengan akrediatasi A atau B. Nasrul khawatir, dengan berkuliah di kampus dengan akreditasi C, maka lulusannya akan sulit terjun di dunia kerja.

"Jangan asal pilih dan yang penting kuliah. Karena akhirnya akreditasi dilihat juga," kata Nasrul. 

Baca juga: Khashoggi dan Pembicaraan tentang Tuhan di Istanbul

Baca juga: Nasihat HRS untuk Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement