Jumat 30 Nov 2018 20:35 WIB

Kereta Loop 'Joglosemarkerto' Siap Diluncurkan di Semarang

Akan ada tiga titik pemberangkatan awal KA Joglosemarkerto.

Stasiun Purwokerto
Stasiun Purwokerto

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) siap meluncurkan Kereta Api (KA) Joglosemarkerto di Semarang, yang melayani relasi Semarang-Solo-Yogyakarta-Kroya-Purwokerto-Tegal-Pekalongan. Wakil Kepala PT KAI Daerah Operasi IV Semarang Asdo Artriviyanto mengatakan akan ada tiga titik pemberangkatan awal KA Joglosemarkerto, yakni Stasiun Tawang pukul 06.15 WIB, Stasiun Solo Balapan pukul 06.00 WIB, dan Stasiun Purwokerto pukul 05.00 WIB.

"Kami akan luncurkan KA Joglosemarkerto pemberangkatan dari Stasiun Tawang Semarang pada Sabtu (1/12) besok," kata dia, Jumat.

Kehadiran tiga rangkaian KA Joglosemarkerto itu, kata dia, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat sebagai koridor yang menghubungkan daerah-daerah di sekitar Jawa Tengah. Ia menjelaskan rangkaian KA Joglosemarkerto memiliki kapasitas 660 tempat duduk, terbagi atas 100 tempat duduk untuk kelas eksekutif dan 560 tempat duduk untuk kelas ekonomi.

"Total jarak tempuh untuk KA Joglosemarkerto adalah 579 kilometer mengelilingi jalur rel di Jateng. Ya, memang KA ini hadir untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat Jateng," kata Asdo.

Kepala Humas PT KAI Daops IV Semarang Suprapto menambahkan tarif KA Joglosemarkerto terbagi sesuai jarak tempuh dan kelasnya, yakni eksekutif atau ekonomi.

"Untuk masa perkenalan KA ini, kami berikan diskon khusus sebesar 10 persen. Tiket bisa dipesan melalui 'channel-channel' eksternal penjualan tiket KA atau via aplikasi KAI Access," katanya.

Dengan hadirnya KA Jogolosemarkerto, ia mengatakan masyarakat memiliki pilihan konektivitas relasi transportasi untuk bepergian ke Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal, dan sekitarnya.  Wisatawan, kata dia, bisa berkeliling ke berbagai destinasi wisata yang ada di Jateng secara mudah menggunakan KA, misalnya di Lawang Sewu Semarang, Baturaden Banyumas, atau ke Yogyakarta.

  "Semakin banyak alternatif transportasi penghubung antardaerah di Jateng tentunya akan semakin meningkatkan minat investor untuk menanamkan investasinya," kata Suprapto.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement