Rabu 28 Nov 2018 19:32 WIB

KNKT Jelaskan Perjuangan Pilot-Co Pilot Stabilkan Lion Air

Pilot menyebut instrumen memperlihatkan ketinggian yang berbeda

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Wakil Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Haryo Satmiko (kanan) bersama Kepala Sub Komite Investigasi Kecelakaan Transportasi Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo memberikan keterangan mengenai investigasi kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di Kantor KNKT, Jakarta, Sabtu (3/11/2018).
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Wakil Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Haryo Satmiko (kanan) bersama Kepala Sub Komite Investigasi Kecelakaan Transportasi Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo memberikan keterangan mengenai investigasi kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di Kantor KNKT, Jakarta, Sabtu (3/11/2018).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, menjelaskan perjuangan pilot dan co-pilot Lion Air PK-LQP mempertahankan keberadaan pesawat. Beberapa percakapan sempat terjadi antara pilot dan co-pilot dengan petugas Air Traffic Controller (ATC). 

"Pada saat penerbangan co-pilot bertanya pada air traffic controller mengenai ketinggian pesawat yang terlihat di radar. Saat itu dijawab ketinggian 900 kaki," kata Nurcahyo, dalam konferensi pers di Kantor KNKT, Jakarta Pusat, Rabu (28/11).

Baca Juga

Nurcahyo melanjutkan, pilot menyampaikan kepada petugas bahwa ketinggian pesawat tidak bisa dipertahankan karena instrumen di pesawat menunjukkan angka yang berbeda-beda. "Dia minta pada controller untuk menutup ketinggian 3.000 di atas dan 3.000 di bawah pesawat untuk menghindari adanya kemungkinan tabrakan di udara," kata dia. 

Tidak lama kemudian, pilot menanyakan kecepatan. Pilot juga menyampaikan mereka mengalami masalah kendali atau flight control problem. Selanjutnya, pilot menaikkan flaps (sirip sayap) pesawat. 

Setelah flaps dinaikan, FDR merekam adanya pergerakan menuju ke bawah. Terekam juga pergerakan aircraft nose up atah pesawat naik dalam hal ini dilakukan oleh pilot merespon pergerakan ke bawah tadi. 

"Flight diturunkan lagi dan pergerakan aircraft nose down dan aircraft nose up berhenti. Kira-kira pada jam 23.25 UTC detik ke-18 menurut catatan FDR, flaps dinaikan lagi ke 0 dan pergerakan antara aircraft nose down dan aircraft nose up berlangsung lagi sampai akhir rekaman penerbangan," kata Nurcahyo menjelaskan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement