Jumat 23 Nov 2018 15:29 WIB

Pembukaan Proliga 2019 Dipercepat Jadi Desember

Tidak sedikit talenta-talenta voli Indonesia berasal dari Yogyakarta.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq
Konferensi pers Proliga 2019 di Hotel Melia Yogyakarta.
Foto: Wahyu Suryana.
Konferensi pers Proliga 2019 di Hotel Melia Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pembukaan Liga Voli Nasional (Proliga) 2019 akan diselenggarakan di GOR Amongrogo Yogyakarta pada 7-9 Desember 2018 mendatang. Pembukaan dipercepat mengingat banyak agenda nasional seiring pemilihan umum tahun depan.

Ketua Panitia Pertamina Proliga, Dody Prasetya mengatakan, persiapan pembukaan hampir rampung. Panitia telah berkoordinasi dengan PBSVI pusat dan lokal, dan aparat maupun institusi terkait.

Untuk pecinta voli, panitia berencana menyediakan sekitar 3.300 tiket masuk per hari. Tiket akan dijual dengan harga on the spot Rp 50 ribu untuk tribun dan Rp 100 ribu untuk VIP atau pinggir lapangan.

"Panitia siap, dan mudah-mudahan penyelenggaran Proliga ini dapat menjadi hiburan masyarakat serta merangsang minat-minat atlet muda bola voli di DIY," kata Dody, di Hotel Melia, Jumat (23/11).

Ia mengungkapkan, pemilihan lokasi pembukaan melihat kesuksesan dari penyelenggaraan Proliga tahun lalu di Yogyakarta. Bahkan, Dody membenarkan kalau panita sempat kewalahan soal tiket tahun lalu.

Pasalnya, antusias masyarakat untuk menonton tiap-tiap pertandingan yang tahun lalu dihelat di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terbilang luar biasa. Karenanya, Yogyakarta kembali dipilih sebagai tempat pembukaan.

Demi mengantisipasi itu, ia menuturkan, panitia memang akan mempersiapkan layar lebar di luar jika memang tiket benar-benar habis. Dody berharap, antusias masyarakat bisa lebih tinggi dari gelaran tahun lalu.

Selain itu, tidak sedikit talenta-talenta voli Indonesia berasal dari Yogyakarta. Untuk itu, Dody sekaligus berharap, agenda itu dapat pula merangsang potensi-potensi voli Yogyakarta untuk tampil.

"Pembukaan 7-9 Desember 2018, sedangkan putaran final diperkirakan digelar pada 23 dan 24 Februari 2019," ujar Dody.

Musim ini, Pertamina selaku title sponsor Jakarta Pertamina Energi kembali ditunjuk sebagai tuan rumah pembukaan kompetisi Proliga Yogyakarta. Pertamina sendiri mengusung misi Satukan Gelar Juara.

Hal itu ditunjukkan untuk tim putra dan tim putri Pertamina Energi musim ini, agar dapat mengawinkan gelar juara. Tim Pelatih Jakarta Pertamina Energi, Sutrisno mengatakan, timnya telah menggelar latihan sejak 13 September 2018.

"Persiapan harus lebih dini karena kita menggunakan pemain asing, jadi bagaimana memadukan itu menjadi kunci utama," kata Sutrisno.

Ia melihat, tahun ini kekuatan tim-tim putra maupun putri makin ketat karena komposisinya merata. Tapi, Sutrisno mengaku yakin Jakarta Pertamina Energi dapat meraih gelar juara.

Terlebih, musim ini Jakarta Pertamina Energi memiliki tujuh pemain timnas eks Asian Games. Karenanya, komposisi pemain lokal dan asing itu harus disempurnakan dengan permainan yang padu.

Menurut Sutrisno, tantangan memadukan permainan Jakarta Pertamina Energi bukan bahasa, mengingat pemain-pemain asingnya diharuskan bisa berbahasa Inggris. Selain tentu saja tidak cidera selama satu tahun terakhir.

Meski begitu, ia mengaku belum bisa memetakan secara penuh lawan-lawan kuat yang akan dihadapai. Justru, Sutrisno merasa kehadiran pemain-pemain baru membuat peta sulit diprediksi.

"Justru yang kami takutkan pemain-pemain tarkam, mereka menurut kami justru akan menjadi kuda hitam, harus diantisipasi," ujarnya.

Terkait dimajukannya jadwal pembukaan, ia merasa wajar saja mengingat ada agenda nasional tahun depan. Dampaknya, jadwal pertandingan yang akan ketat terselenggara setiap Jumat, Sabtu, dan Ahad.

Sedangkan, soal komposisi pemain, ia merasa tidak ada yang berubah. Termasuk, peraturan 14 pemain jika memakai dua libero, dan 12 pemain jika menggunakan satu libero.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement