REPUBLIKA.CO.ID,
Oleh Hartifiany Praisra
BANDUNG -- Manajemen Persib Bandung buru-buru menuntaskan rumor pengaturan skor yang beredar luas. Manajemen Maung Bandung mengumpulkan para pemain dan jajaran pelatih untuk mengklarifikasi isu pengaturan pertandingan (match fixing) ketika melawan PSMS Medan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (9/11) lalu.
Pangeran Biru bahkan sengaja melewatkan sesi latihan untuk menuntaskan rumor liar belakangan ini. Selama lebih dari dua jam, skuat Persib melakukan pertemuan untuk meluruskan apa yang telah terjadi sebenarnya. Persib Bandung pada pertandingan pekan ke-30 mengalami kekalahan dari PSMS Medan dengan skor 0-1. Kekalahan tersebut rupanya membuat pelatih Mario Gomez kecewa.
Setidaknya, ada empat pemain Persib yang diduga terlibat pengaturan skor, yakni Supardi Nasir, Ghozali Siregar, Ardi Idrus, dan Eka Ramdani. Dua dari empat pemain Maung Bandung yang dituduh melakukan pengaturan skor, Supardi Nasir dan Ardi Idrus, memang tidak diturunkan dalam daftar susunan pemain saat Maung Bandung melawan tuan rumah PSIS Semarang, Ahad (18/11) lalu. Persib kalah dengan skor 0-3 dari PSIS.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Kuswara S Taryono, menyebut tuduhan tersebut tidak benar. Ia mengatakan, pihaknya tidak akan melanjutkan kasus ini lagi karena sudah tuntas.
Menurut Kuswara, kasus ini merupakan permasalahan internal tim yang tidak perlu diumbar ke luar. "Intinya persoalan ini sudah clear dan berita yang beredar selama ini tidak benar. Yang terpenting adalah adanya kesepahaman bahwa kebersamaan (tim) ini harus tetap dijaga," kata Kuswara, di Bandung, Rabu (21/11).
Sebagai pelatih, Gomez mengaku, telah meluruskan isu di internal klub tersebut. Gomez memastikan permasalahannya sudah selesai dan ia memercayai 200 persen para pemainnya. Kini, pelatih asal Argentina itu fokus membawa Persib melakoni tiga pertandingan sisa di Liga 1 musim 2018.
Kapten Persib, Supardi Nasir, mengklarifikasi tuduhan pengaturan pertandingan yang dituduhkan kepadanya. Ia mengambil pelajaran atas tuduhan yang ditujukan kepada dirinya. Menurut Supardi, permasalahan tersebut sudah selesai dan tidak perlu diperpanjang lagi. "Semua clear, tidak mungkin terjadi di tim kita, seperti coach menduga-duga, yang selama ini beredar," ujar pemain asal Pekanbaru ini.
Supardi mengatakan, beban nama besar Persib membuat pemain harus menjamin nama baik Persib. Jadi, kata dia, para pemain tidak mungkin melakukan hal yang tidak terpuji, termasuk match fixing. "Siapa pun, pemain, pelatih, manajemen Persib ya kita harus menjaga marwah Persib, itu tertanam diri saya dan para pemain. Mus tahil kita berkhianat," kata Supardi.