Sabtu 10 Nov 2018 12:35 WIB

SBY Imbau Kubu Jokowi dan Prabowo Kedepankan Adu Program

SBY mengatakan rakyat lebih menunggu program dan kebijakan yang ditawarkan capres.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Bayu Hermawan
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberi sambutan dalam pembekalan calon anggota DPR Partai Demokrat di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (10/11).
Foto: Republika/Fauziah Mursid
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberi sambutan dalam pembekalan calon anggota DPR Partai Demokrat di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (10/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengimbau kubu pasangan capres dan cawapres, Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga untuk lebih mengedepankan adu gagasan dan program yang akan ditawarkan. Menurutnya, adu gagasan terkait kebijakan, program, serta solusi lebih ditunggu rakyat Indonesia.

"Kita berharap kontestasi Pilpres lebih mengedepankan kebijakan dan program serta solusi terhadap persoalan rakyat sekarang ini," kata SBY saat memberi sambutan dalam pembekalan calon anggota legislatif (caleg) DPR RI di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, (10/11).

Meskipun Partai Demokrat, tergabung dalam koalisi Indonesia Adil Makmur, SBY menilai kedua kubu belum menitikberatkan kepada program dan kebijakan. "Mengedepankan apa yang ingin dilakukan oleh beliau-beliau itu, kalau Insya Allah terpilih memimpin Indonesia lima tahun mendatang, apa yang akan dilakukan untuk negara, untuk rakyatnya," ujarnya.

Menurutnya, kedua pasangan sudah harus memaparkan rumusan kebijakannya di bidang ekonomi, bidang kesejahteraan, bidang hukum dan bidang pertahanan ketahanan, atau hubungan internasional. Ketimbang, kedua pasangan calon lebih banyak beradu argumen di luar substantif yang justru membuat masyarakat terbelah.

"Ketimbang tanpa disadari yang mengemuka adalah dieksploitasinya perbedaan identitas, perbedaan ideologi dan perbedaan paham," ucap SBY.

Selain itu, menurut SBY kedua kubu juga harus memainkan peran yang positif untuk terhindar dari politik identitas dan politik yang berbasiskan ideologi dan paham ekstrim. Sebab, ia menilai fenomena terjadi adalah mengemukanya politik identitas dan politik yang berbasiskan ideologi dan paham.

Karenanya,  ia juga meminta para elite politik serta pemimpin-pemimpin partai politik untuk bersama-sama mencegah terjadinya politik identitas dan benturan ideologi dan paham yang makin ekstrim.

"Saya dan Partai Demokrat berharap para capres dan cawapres beserta para elite di antara kedua kubu ini kalau saya bisa mengistilahkan sebagai kubu dapat memberi contoh dan memainkan peran yang positif agar kita terhindar dari politik identitas dan politik yang berbasiskan ideologi dan paham ekstrim," ujarnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement