Senin 29 Oct 2018 23:58 WIB

Menkes dan Menkeu Datangi RS Polri

Sri Mulyani ikut berupaya untuk mencari informasi terkait korban JT610

Rep: Imas Damayanti/ Red: Hazliansyah
Menteri Keuangan Sri Mulyani tiba di Gedung Sentra Visum Bhayangkara RS Polri, Senin (29/10). Diketahui, terdapat 20 staf Kementerian Keuangan yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.
Foto: Republika/Imas Damayanti
Menteri Keuangan Sri Mulyani tiba di Gedung Sentra Visum Bhayangkara RS Polri, Senin (29/10). Diketahui, terdapat 20 staf Kementerian Keuangan yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mendatangi Posko Ante Mortem Rumah Sakit (RS) Polri, Senin (29/10), Jakarta. Kedua menteri tersebut mengucapkan belasungkawa terhadap keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang.

Dari 189 korban, terdapat 20 staf Kementerian Keuangan yang menjadi korban. Terkait hal itu, Menkeu menyatakan belasungkawa sedalam-dalamnya terhadap keluarga korban.

"Sebagai pimpinan Kementerian Keuangan, saya turut berbelasungkawa, semoga keluarga korban diberi ketabahan," ujar Sri Mulyani.

Ia melanjutkan, dari 20 orang korban yang berasal dari lingkup Kementerian Keuangan tersebut, seluruhnya berasal dari tiga direktorat berbeda. Antara lain Direktorat Pajak, Direktorat Perbendaharaan, dan Direktorat Kekayaan Negara. Ia menyatakan rasa kehilangan yang sedalam-dalamnya.

Sejak pagi dirinya bersama staf Kementerian Keuangan meninjau Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait pencarian dan informasi lebih lanjut tentang korban. Lanjutnya, pencarian informasi tentang korban didapat dari Basarnas dan dengan mendatangi sejumlah Crisis Center.

Hal itu untuk melakukan pendampingan terhadap keluarga korban tentang bagaimana mendapatkan informasi sejelas-jelasnya tentang korban.

Senada dengan Menkeu, Menkes Nila menyatakan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Ia menjelaskan tentang upaya yang diberikan Kementerian Kesehatan terkait proses pencarian korban.

Bantuan tersebut diantaranya berupa Posko Kesehatan di Pelabuhan Tanjung Priok yang diupayakan membantu proses pencarian korban bersama Basarnas.

"Ada Posko Kesehatan Pelabuhan di Tanjung Priok, tadi bersama Basarnas bantu cari korban," ujarnya.

Untuk bantuan lebih lanjut, ia menjelaskan akan melihat perkembangan dari proses pengumpulan terlebih dahulu data ante mortem keluarga sehingga dapat dicocokkan dengan post mortem korban yang dikumpulkan.

Sejauh ini menurut Kepala Instalasi Forensik RS Polri, terdapat 24 kantung jenazah yang sudah tiba di RS Polri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement