Sabtu 13 Oct 2018 06:00 WIB

Menebak Jalan Pikiran Andi Arief tentang Prabowo

Andi Arief pernah menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus dan seorang superstar.

Rep: BAYU AJI, FAUZIAH MURSID/ Red: Muhammad Hafil
Wasekjen Demokrat Andi Arief memberikan keterangan perihal tudingannya terhadap Prabowo Subianto sebagai Jendral Kardus, di kediaman Ketum Demokrat SBY di Mega Kuningan, Kamis (9/8) dini hari.
Foto: Republika/Farah Nabila Noersativa
Wasekjen Demokrat Andi Arief memberikan keterangan perihal tudingannya terhadap Prabowo Subianto sebagai Jendral Kardus, di kediaman Ketum Demokrat SBY di Mega Kuningan, Kamis (9/8) dini hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief kembali membuat ‘ulah’. Setelah sempat menjuluki Prabowo Subianto dengan sebutan ‘jenderal kardus’, sekarang dia menuding capres nomor urut dua itu tak serius menjadi presiden.

Tudingannya itu dia sampaikan melalui akun twitternya, Jumat (12/10) siang.   Prabowo menurut Andi Arief, kurang serius dan tidak aktif berkampanye ke daerah dalam kontestasi Pilpres 2019. Sementara calon wakil presiden Sandiaga Uno lebih sering berkeliling daerah.

"Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden," kata Andi dalam cicitannya.

Menurut Andi, Prabowo juga harus lebih banyak turun ke daerah jika ingin memenangi Pilpres.  “Percayalah kalau direnungkan bagaimana mungkin kemenangan mengejar orang yang malas," kata Andi.

Menanggapi hal itu,  Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria membantah otokritik yang disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief soal tudingan ketidakseriusan calon presiden Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019. Riza menegaskan fakta keseriusan Prabowo maju sebagai capres bersama Sandiaga Uno.

Ia pun tak menanggapi serius tudingan Andi Arief, meskipun berasal dari partai koalisi yang mendukung Prabowo-Sandiaga. "Faktanya Pak Prabowo sangat sering, sangat rajin, keliling. Kalau sekarang kelihatan Sandi ya kan Sandi baru jadi cawapres, tentu perlu memperkenalkan kepada masyarakat," ujar Riza di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/11).

Riza mengungkap, jika saat ini Sandiaga lebih banyak turun ke daerah daripada Prabowo, bukan berarti capres nomor urut 02 tersebut tidak serius. Prabowo kata Riza, tetap turun ke daerah, meski tidak seintens Sandiaga.

Menurutnya, itu sudah bagian dari rencana program Badan Pemenangan Nasional Koalisi Indonesia Adil Makmur. "Jadi Pak Prabowo juga keliling ya, cuma kan tidak selalu diekspos. Karena kadang yang ditemui kan internal, tokoh-tokoh tertentu yang belum bisa kita publish," kata Juru Debat BPN itu.

Karenanya, ia kembali meluruskan pernyataan dari Andi Arief soal keseriusan Prabowo di Pilpres.  "Prinsipnya Pak Prabowo sangat serius. Memang kita selalu senyap ya. Pokoknya diam-diam nanti pokoknya menang Insyaallah. Kita kan enggak banyak pencitraan, enggak banyak koar-koar, enggak banyak ramai-ramai, Insyaallah berhasil. Kita punya cara, mekanisme, strategi tersendiri," kata Riza.

Baca juga:Demokrat: Prabowo Tiru Semangat Donald Trump

Baca juga:Wali Kota Sukabumi Instruksikan Shalat Berjamaah Tepat Waktu

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement