Selasa 02 Oct 2018 07:51 WIB

Kota Bandung Perlu Terobosan Urai Kemacetan

Pemkot Bandung siapkan rekayasa jalan atasi kemacetan

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Esthi Maharani
Kemacetan arus balik arah Tol Pasteur, di Jalan Djunjunan, Kota Bandung, Selasa (19/6).
Foto: Republika/Edi Yusuf
Kemacetan arus balik arah Tol Pasteur, di Jalan Djunjunan, Kota Bandung, Selasa (19/6).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya memecahkan masalah transportasi di Kota Bandung. Saat ini, Pemkot Bandung melalui Dinas Perhubungan tengah menggondok sejumlah rencana yang dapat mengatasi kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan, Kota Bandung Didi Ruswandi menjelaskan, pihaknya tengah merancang sejumlah program untuk mengatasi kemacetan di Kota Bandung. Salah satunya, rekayasa di beberapa ruas jalan.

"Rencananya akan ada rekayasa lalu lintas di jalan Natuna dan jalan Abdurahman Saleh yang dekat rel (kereta api). Di situ banyak sendatan, dan akan kita urai. Kita akan ujicobakan di jalan Natuna dengan alur satu arah. Jadi pengendara hanya bisa melintas dari jalan Sunda ke Natuna, tidak untuk sebaliknya," ucap Didi saat rapat dengan Dinas Perhubungan di Balaikota Bandung, Senin (1/10) seperti dalam siaran persnya.

Begitu juga dengan Jalan Abdul Rahman Saleh akan direkayasa dan tata ulang taman yang ada di traffic light untuk memperlancar lalu lintas sekitar.

"Jalan Abdul Rahman Saleh juga akan ada uji coba rekayasa. Menurut pak wakil (Yana Mulyana) harus ada penataan ulang untuk menghindari pelanggaran yang mengakibatkan kemacetan," imbuhnya.

Sedangkan untuk aturan Ganjil-Genap, kata Didi, rencananya akan dilakukan uji coba dari jalan Supratman menuju Asia-Afrika dan berujung di jalan Oto Iskandar Dinata.

"Selain rekayasa akan dilakukan juga aturan Ganji-Genap. Tetapi kita uji coba dulu. Kita kaji dan sosialisasi dulu. Kita belum memberikan sanksi atau tilang,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengakui, memang harus ada terobosan terbaru untuk mengurangi bahkan mengurai kemacetan di Kota Bandung.

"Menurut survei, 3 tahun ke depan, kita bakalan susah keluar rumah karena di depan rumah saja bakalan terjadi kemacetan. Hal tersebut harus kita antisipasi dengan inovasi nyata," ujar Yana

Namun Yana mengingatkan Dinas Perhubungan untuk lebih memperhatikan infrastruktur terlebih dahulu sebelum mensosialisasikan program ini kepada masyarakat.

"Sebelumnya, harus ada perhatian mengenai infrastruktur. Perhatian kenyamanan penyandang disabilitas, busnya juga harus kekinian biar menarik dan tentunya harus memudahkan masyarakat sehingga pindah ke model transportasi publik," bebernya.

Menurut data Dinas Perhubungan Kota Bandung, saat ini kendaraan roda dua di Kota Bandung sebanyak 1.251.080 unit. Sedangkan roda empat berjumlah 536.973 unit. Jumlah ini meningkat 11 persen per tahunnya dengan didominasi kendaraan pribadi sebanyak 98 persen dan kendaraan umum 2 persen

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement