Ahad 30 Sep 2018 15:50 WIB

BNPB: 71 WNA di Palu Saat Gempa

Sebagian besar WNA sudah diketahui keberadaannya dan dalam keadaan aman.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Yudha Manggala P Putra
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (tengah) memberikan pemaparan mengenai dampak gempa bumi dan tsunami di kota Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah saat konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (29/9).
Foto: Antara/Aprillio Akbar
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (tengah) memberikan pemaparan mengenai dampak gempa bumi dan tsunami di kota Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah saat konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (29/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan data terdapat 71 warga negara asing (WNA) yang berada di Sulawesi Tengah saat terjadinya gempa bumi dan tsunami. Dari 71 WNA itu, lima WNA masih belum dapat diketahui bagaimana kondisinya.

"Ternyata ada 71 WNA yang berada di Kota Palu. Dalam hal ini, Kementerian Luar Negeri mengkoordinasi untuk penanganan dan evakuasi bagi WNA," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, pada konferensi pers di kantornya, Ahad (30/9).

Dari data BNPB, 71 WNA itu terdiri dari satu orang warga negara Singapura, satu orang warga negara Belgia, satu orang warga negara Jerman, 10 orang warga negara Vietnam, 32 orang warga negara Thailand, 21 orang warga negara Cina, satu orang warga Korea Selatan, satu orang warga negara Malaysia, dan tiga orang warga negara Perancis.

Sutopo menerangkan, warga negara Korea Selatan, Malaysia, dan Perancis yang berada di Kota Palu saat kejadan itu belum diketahui keberadaannya hingga saat ini. Sedangkan 66 WNA lainnya sudah diketahui keberadaannya dan dalam kondisi aman.

"Aman dalam arti dalam kondisi selamat dan segera kita evakuasi keluar Kota Palu menuju Makassar dengan menggunakan Hercules atau pesawat kecil lainnya. Kemudian kita bawa ke Jakarta dan atau daerah yang lainnya," terang Sutopo.

Satu orang warga negara Korea Selatan yang belum diketahui keberadaannya diduga berada di Hotel Roa-Roa di Kota Palu yang runtuh karena gempa bumi. Hingga saat ini, proses evakuasi bangunan yang telah rata dengan tanah tersebut terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.

Sutopo juga menjelaskan, proses evakuasi dan penyelamatan korban oleh Basarnas serta Tim SAR Gabungan terus dilakukan. Sejak semalam, bantuan personel dan perlengkapan untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan korban telah berdatangan ke Kota Palu melalui jalur darat dan jalur udara.

"Tim Basarnas dan Tim SAR Gabungan pada hari ini fokus melakukan pencarian korban di Kota Palu," ungkap Sutopo.

Lokasi-lokasi yang hari ini menjadi fokus Tim Basarnas dan Tim SAR Gabungan ada di beberapa titik, yakni di Hotel Roa-Roa, di Mal Ramayana, di Restoran Dunia Baru, Pantai Talise, Perumahan Balaroa. Di Hotel Roa-Roa, kata Sutopo, diperkirakan terdapat 50 hingga 60 orang yang tertimbun.

"Pagi sampai siang ini ada beberapa yang berhasil di evakuasi oleh Tim SAR Gabungan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi," jelas dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement