REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menghadiri Deklarasi Kampanye Damai Serentak Pemilihan Unum Tahun 2019 dengan tema "Indonesia Menolak Hoax, Politisasi Sara dan Politik Uang" yang diaelenggarakan KPU (Komisi Pemilihan Umum) DIY. Acara digelar di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Ahad (23/9).
Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan dalam sambutannya menyampaikan hari ini merupakan hari pertama kampanye yang merupakan salah satu dari serangkaian tahapan pemilu yang memakan waktu sekitar tujuh bulan. "Kampanye merupakan kegiatan peserta pemilu, sebagai wujud pendidikan politik masyarakat dengan prinsip jujur terbuka untuk meningkatkan partisipasi pemilih," ujar Hamdan.
Hamdan mengatakan, kampanye sudah seharusnya dikemas dalam bahasa santun dengan cara mendidik dan beradab. Kampanye juga harus menciptakan keriangan bukan mencekam dan menyuguhkan teror di masyarakat. "Hal ini yang mendasari kami mengadakan ikrar kampanye damai," kata Hamdan lagi.
Dikatakannya, hoax, politisasi SARA dan politik uang merupakan tiga serangkai ancaman bagi demokrasi yang telah lama terbangun Indonesia. Karena itu ia mengajak masyarakat DIY menolak tiga serangkai teraebut.
Pada kesempatan ini dilakukan pembacaan ikrar kampanye damai oleh pemuda berprestasi. Ikrar diikuti ketua tim kampanye damai dari kedua calon presiden dan wakil presiden, anggota partai politik dan calon anggota DPD Perwakilan DIY.
Ikrar kampanye damai tersebut berbunyi: satu, mewujudkan pemilu yang langsung umum bebas, rahasia, jujur dan adil. Dua, melaksanakan kampanye pemilu yang aman tertib damai, beritegritas tanpa hoax, politisasi SARA dan politik uang. Tiga, melaksanakan kampanye berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatangan prasasti oleh ketua tim, anggota partai pilitik dan calon DPD Dapil DIY yang disaksikan Gubernur DIY Sri sultan Hamengku Buwono X dan didampingi Ketua KPU DIY dan Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono. Kegiatan ini diakhiri oleh pelepasan burung perkutut dan pelepasan peserta karnaval.