Rabu 12 Sep 2018 11:31 WIB

1.500 Warga Bekasi akan Turun ke Jalan Punguti Sampah

Kegiatan World Clean Up Day ini dilakukan serentak hampir di seluruh Bekasi.

Warga memunguti sampah. (Ilustrasi)
Foto: Republika/Farah Noersativa
Warga memunguti sampah. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG -- Sebanyak 1.500 warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ditargetkan ikut berpartisipasi dalam kegiatan pungut sampah massal sedunia. Acara bertajuk World Clean Up Day ini digelar pada Sabtu 15 September mendatang.

"Kegiatan World Clean Up Day ini dilakukan serentak hampir di seluruh Kota Kabupaten dan juga di lebih dari 150 negara," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi Jaoharul Alam di Cikarang, Rabu (12/9).

Di Kabupaten Bekasi sendiri kegiatan memungut sampah ini akan dipusatkan di persimpangan Sentra Grosir Cikarang dan bergerak ke arah selatan menuju aliran Sungai Citarum. Namun di saat bersamaan semua warga di lokasi masing-masing melakukan hal yang sama.

Jaoharul menjelaskan 1.500 warga yang akan mengikuti kegiatan tersebut di antaranya aparat kepolisian dan TNI, komunitas pecinta lingkungan, LSM dan Ormas, aparatur pemerintahan dari Dinas hingga Kecamatan dan Desa, serta warga sipil. "Jumlah itu berdasarkan hasil rapat kita tadi pagi, kemungkinan lebih dari itu jika segenap lapisan masyarakat mau berpartisipasi," lanjutnya.

Teknis pelaksanaan sendiri saat kegiatan nanti DLH Kabupaten Bekasi mengerahkan sedikitnya enam armada truk pengangkut sampah yang bertugas mengumpulkan sampah yang telah dipungut peserta kegiatan. Sampah-sampah yang telah dikumpulkan kemudian dipilah antara sampah organik dan non-organik sebelum dimasukkan ke dalam truk sampah dan diangkut ke TPA Burangkeng.

Untuk pengoptimalan kegiatan ini pihaknya mengimbau seluruh lapisan masyarakat turut berpartisipasi dalam aksi pungut sampah ini di lingkungan masing-masing. "Yang jelas tujuan dari aksi ini kami ingin mengajak masyarakat agar lebih peduli dengan sampah, karena mereka sudah sadar akan bahaya sampah. Selain itu, kami berharap masyarakat juga bisa melakukan bersih-bersih di luar kegiatan ini," jelasnya.

Menurut Jaoharul, persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bekasi semata melainkan juga butuh dukungan dari semua pihak termasuk masyarakat. "Semoga World Clean Up Day ini menjadi titik awal masyarakat lebih peduli kebersihan dan setelah kegiatan ini berakhir tidak ada lagi warga yang membuang sampah sembarangan sehingga Kabupaten Bekasi lebih bersih dan Bersinar," terangnya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement