Senin 13 Aug 2018 15:49 WIB

Mengapa Aher Mundur dari Pileg 2019?

Aher sempat digadang-gadang menjadi cawapres.

Gubernur Jabar periode 2008-2018 Ahmad Heryawan (Aher) berjalan menuju ruang wisuda saat akan diwisuda S3 Jurusan Manajemen dan Bisnis, di Aula Unpad, Kota Bandung, Selasa (31/7).
Foto: Republika/Edi Yusuf
Gubernur Jabar periode 2008-2018 Ahmad Heryawan (Aher) berjalan menuju ruang wisuda saat akan diwisuda S3 Jurusan Manajemen dan Bisnis, di Aula Unpad, Kota Bandung, Selasa (31/7).

REPUBLIKA.CO.ID  Oleh: Arie Lukihardianti

Mantan gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang akrab disapa Aher mengundurkan diri dari kontestasi pemilihan legislatif (pileg) 2019. Menurut Sekretaris DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya, keputusan pengunduran diri Aher dilakukan atas instruksi Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS.

"Iya, sudah mengundurkan diri. Sudah tidak ada dalam DCS (daftar calon sementara—Red)," ujar Hadi, Ahad (12/8).

Hadi mengatakan langkah itu diambil Aher sesuai instruksi pengurus partai tingkat pusat. Proses resmi pengunduran diri sebagai calon legislatif sudah dilakukan pada 31 Agustus lalu.

Instruksi tersebut, kata dia, muncul bukan karena ada kisruh atau permasalahan di internal PKS. Hadi menegaskan faktor utama Aher batal maju menjadi salah satu calon anggota legislatif dari PKS adalah adanya tugas khusus yang diamanahkan kepada Aher terkait pemilihan presiden 2019.

Apakah itu terkait dengan wacana menduetkan Aher dengan Anies Baswedan di DKI Jakarta, Hadi mengaku masih menunggu kabar dari pusat. Aher diduga menjadi kandidat kuat PKS untuk menggantikan Sandiaga Uno di kursi wakil gubernur DKI Jakarta.

“Belum, kita juga sama masih menunggu, kita percaya pasti amanah itu diberikan kepada orang yang tepat,” ujar Hadi, Senin (13/8).

Siapa yang dimaksud tepat di sini, ujar Abdul Hadi, tentu saja pihaknya juga tidak harus mengatakan hanya Aher yang mampu. Siapapun kader PKS yang akan penerima amanah sebagai wagub DKI, ungkapnya, PKS siap menjalankan amanah tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement