Kamis 26 Jul 2018 10:41 WIB

PDIP: SBY Hanya Pentingkan Masa Depan Anaknya

SBY mengklaim tak pernah menawarkan anaknay menjadi cawapres.

Rep: Ali Mansur/ Red: Muhammad Hafil
Doa Bersama Pilkada. Komdan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono memberikan sambutan sebelum doa bersama jelang Pilkada serentak di kantor DPP Demokrat, Jakarta, Selasa (26/5).
Foto: Republika/ Wihdan
Doa Bersama Pilkada. Komdan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono memberikan sambutan sebelum doa bersama jelang Pilkada serentak di kantor DPP Demokrat, Jakarta, Selasa (26/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP),  Hasto Kristiyanto mengatakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hanya fokus pada masa depan anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Alasan itulah yang menurutnya lebih tepat kenapa Demokrat tidak bisa berkoalisi dengan PDIP.

"Gagal tidaknya koalisi Pak SBY dan Partai Demokrat lebih karena kalkulasi yang rumit yang dilakukan Pak SBY yang hanya fokus dengan masa depan Mas AHY,“ ungkap Hasto melalui siaran pers, kamis (26/7).

Ujaran Hasto ini menanggapi perihal keluhan Demokrat yang menyatakan tidak bisa mendukung Jokowi lantaran hubungannya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hasto meminta agar SBY instrospeksi sebelum  menyalahkan ketua PDIP atas hubungan yang tidak pernah harmonis tersebut tersebut.

"Sebaiknya introspeksi dan jangan bawa nama Ibu Mega seolah sebagai penghalang koalisi," tutur Hasto.

Baca juga: SBY: Saya tak Harus Izin Jokowi, SBY Bukan Bawahan Jokowi

Sebagai seorang pemimpin partai, Hasto menyarankan agar SBY lebih bijaksana serta tidak lagi menjadi seorang pemimpin partai yang penuh dengan keraguan-raguan. Tidak ketinggalan juga Hasto menyarankan agar SBY bisa mendorong kepemimpinan AHY secara alamiah saja.

Kendati demikian, Hasto tidak menyalahkan dan memaklumi cara SBY mendorong AHY dalam Pilpres 2019 ini. Seorang ayah kata dia, tentu secara alamiah ingin yang terbaik bagi anaknya.

"Sebagai seorang Bapak tentu mengharapkan yang terbaik bagi anaknya, Mas AHY, sehingga seluruh pergerakan politik Pak SBY adalah untuk anaknya," kata Hasto.

Berbeda dengan Megawati, tambah Hasto, Megawati selalu bicara untuk PDIP, untuk Jokowi, untuk rakyat, untuk bangsa dan untuk negara.

Baca juga: Para Penyeberang ke Kubu Jokowi

SBY sendiri mengaku bahwa dirinya tidak pernah sekalipun menawarkan anaknya kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Apalagi mengajukan AHY sebagai cawapres dari Demokrat untuk Pilpres 2019

"Saya tidak pernah mengajukan kepada Pak Jokowi cawapres dari Partai Demokrat. Tidak pernah, termasuk yang disebut-sebut AHY, tidak pernah. Silakan dicek ke Pak Jokowi," kata SBY di kediamannya di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7).

Begitupun dengan Jokowi, SBY mengaku tidak pernah sekalipun juga menawarkan anaknya menjadi bakal cawapres Jokowi. Meskipun antara keduanya telah sering bertemu namun tidak pernah membahas perihal cawapres.

"Saya tidak pernah meminta, beliau juga tidak menawarkan posisi itu. Tapi kami terus melaksanakan pertemuan-pertemuan," jelasnya.

Baca juga: Pengamat: Langkah PKS Terkunci

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement