Selasa 10 Jul 2018 15:30 WIB

Riza: Prabowo-AHY tak Ganggu Komunikasi dengan Partai Lain

'Itu biasa karena semua partai ingin mendorong semua kadernya,' kata Riza.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Riza Patria memberikan paparannya saat Diskusi Media di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (3/10).
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Riza Patria memberikan paparannya saat Diskusi Media di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (3/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan usulan Prabowo Subianto-Agus Harimurti Yudhoyono tidak akan mengganggu komunikasi politik dengan partai-partai politik lainnya. Usulan mengajukan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo dilontarkan oleh Partai Demokrat.

“Itu biasa karena semua partai ingin mendorong semua kadernya. Seperti PKS mendorong sembilan nama, PAN satu nama lalu menjadi empat nama sehingga kami hormati," kata Riza di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/7).

Dia mengatakan saat ini partainya sedang berproses untuk mematangkan koalisi bersama mengusung Prabowo sebagai calon presiden. Menurut dia, dalam usaha membangun koalisi tersebut, partai politik yang sudah dekat adalah PKS dan PAN, selain itu Demokrat semakin dekat.

"Jadi kami mudah-mudahan hampir pasti dengan partai-partai tersebut, lalu bisa saja Cak Imin (Muhaimin Iskandar) bergabung dengan kami dan partai non-parlemen seperti Partai Bulan Bintang (PBB)," ujarnya.

Dia menjelaskan partainya tetap berkeyakinan parpol koalisi mendukung Prabowo sebagai capres. Gerindra mempertimbangkan nama-nama potensial sebagai cawapres seperti Anies Baswedan, AHY, Zulkifli Hasan, Hilmi Aminudin, dan Ahmad Heryawan.

photo
Politikus Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kedua kanan) dan isteri Anissa Pohan (kanan) ketika bersilaturahim dengan Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedua kiri). (Antara)

Menurut dia, partainya juga tidak mendikotomikan latar belakang capres-cawapres. Gerindra tidak memisahkan apakah calon dari kalangan sipil atau militer, perempuan atau laki-laki.

"Apakah militer-militer, militer-sipil boleh saja, saat ini masyarakat semakin cerdas dan teliti dalam melihat figur," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan mengungkapkan pesan yang ingin disampikan Prabowo kepada SBY adalah ajakan untuk berkoalisi. Menurut dia, Prabowo bahkan menyampaikan pesan siap untuk berpasangan dengan AHY di Pilpres 2019.

"Karena ada pesan dari pak Prabowo untuk pak SBY yang menyatakan siap untuk berkoalisi dengan partai Demokrat, dan siap untuk berpasangan dengan AHY. Kemudian pak SBY mengutus saya untuk mengkonfirmasi informasi itu, maka saya ke Kertanegara," katanya di Jakarta, Senin, (9/7).

Dia mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Prabowo dengan tegas menyampaikan keinginanya menjadikan AHY sebagai Cawapresnya.

Prabowo menurut Syarief yakin apabila berpasangan dengan AHY maka tujuan melakukan perubahan Indonesia dapat terlaksana dengan baik.

Baca Juga: Sohibul Sebut PKS tidak 'Baper' dengan Isu Duet Prabowo-AHY

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement