Senin 25 Jun 2018 20:56 WIB

Aktivitas Anak Krakatau Belum Pengaruhi Penyeberangan

Debu vulkanis Gunung Anak Krakatau belum mengarah ke Bakauheni-Merak.

Rep: Mursalin Yasland / Red: Ratna Puspita
Jejak Krakatau: Pemandangan dari ketinggian Gunung Anak Krakatau
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Jejak Krakatau: Pemandangan dari ketinggian Gunung Anak Krakatau

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Terjadinya aktivitas vulkanis Gunung Anak Krakatau (GAK) beberapa hari terakhir hingga Senin (25/6) belum berpengaruh terhadap aktivitas penyeberangan kapal ferry Pelabuhan Bakauheni (Lampung)-Merak (Banten). Debu vulkanis GAK belum mengarah ke Bakauheni-Merak.

“Sampai saat ini masih aman, karenan pergerakan debu vulkanisnya tidak mengarah ke jalur penyeberangan Bakauheni-Merak,” kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Panjang, Bandar Lampung, Sugiono, kepada wartawan, Senin (25/6).

Menurut dia, BMKG Maritim Panjang telah berkoordinasi dengan pihak KSOP Bakauheni terkait peningkatan aktivitas vulkanis GAK belakangan ini. Dalam koordinasi tersebut, ia menyatakan penyeberangan sementara ini masih dalam kondisi aman dan BMKG terus memantau perkembangan selanjutnya. 

Selain itu, ketinggian gelombang laut juga terpantau masih aman untuk dilayari kapal ferry. Kendati demikian, GAK tetap berada dalam kondisi ‘oranye’ bagi masyarakat dan wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan gunung. 

Masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius satu kilometer dari kawah GAK. Jalur penerbangan yang melalui kawasan GAK akan dialihkan menggunakan jalur alternatif lain.

Stasiun Meteorologi Radin Inten Bandar Lampung menyatakan saat ini kondisi GAK masih waspada. Debu vulkanis hasil erupsi GAK teramati setinggi satu kilometerdar puncak dan bergerak ke arah utara. 

Data yang diperoleh dari Magma Ven (Colcanic Eruption Notice) menyebutkan, telah terjadi erupsi GAK pada Senin (25/6) pukul 14.42 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak GAK. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah selatan.

Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30mm dan durasi lebih kurang 14 detik. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement