Senin 25 Jun 2018 09:44 WIB

Nelayan Temukan 11 Puncuk Senjata dan Ratusan Amunisi

Senjata yang ditemukan standar TNI dan Polri.

Garis Polisi (ilustrasi)
Foto: Antara/Jafkhairi
Garis Polisi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Nelayan menemukan 11 pucuk senjata dan ratusan peluru aktif di dalam bungkusan saat mencari ikan di Sungai Siak, Kota Pekanbaru, Riau. Senjata tersebut standar milik TNI/Polri.

"Ya benar, tadi ditemukan senjata api pistol dan amunisi. Kita masih selidiki, nanti dibawa ke laboratorium forensik," kata Kapolda Riau Irjen Pol Nandang kepada wartawan di Pekanbaru, Senin (25/6).

Ia membenarkan temuan tersebut berupa 11 pucuk senjata api jenis pistol dan 325 amunisi aktif. Berdasarkan informasi dari kepolisian, senjata dan peluru itu ditemukan oleh sejumlah nelayan, salah satunya bernama Al Amin, saat mencari ikan di Sungai Siak pada Ahad (24/6) sekitar pukul 15.30 WIB.

Lokasi penemuan berada di area yang kerap disebut warga dengan Parit Belanda, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru. Pistol dan amunisi itu terlihat karena saat itu sungai dalam kondisi surut. Al Amin kemudian melaporkan penemuan itu kepada Bhabinkamtibmas setempat.

Untuk kepentingan penyelidikan, senjata dan sejumlah amunisi tersebut diamankan ke Mako Polsek Rumbai Pesisir.

Baca juga,  Tersangka Teroris di Unri Terkait Teror JAD ke Mapolda Riau.

Hasil identifikasi oleh Tim Sat Brimob Polda Riau menunjukan, senjata itu adalah standar TNI/Polri. Antara lain berupa satu pistol jenis Revolver, dua pucuk jenis Colt CPP, sepucuk jenis Cobra empat pucuk jenis Wallter, sepucuk Wallter, sepucuk Jenis Bareta dan sepucuk jenis Wallter stenlis.

Sementara itu, jumlah amunisi yang ditemukan berjumlah 325 amunisi aktif dan 10 selongsong. Amunisi yang ditemukan ukurannya bervariasi, mulai dari peluru kaliber 2,2 mm, hingga kaliber 7,7 mm serta 25 peluru karet. Untuk tindakan lebih lanjut terhadap kasus ini ditangani oleh Satreskrim Polresta Pekanbaru.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement