Sabtu 23 Jun 2018 00:36 WIB

Pembebasan Lahan Tol Bocimi Dipercepat

Iriawan sebut akses ke selatan Jabar terkendala dan banyak keluhan pemudik

Sejumlah kendaraan melintas di ruas tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Kamis (21/6).
Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah kendaraan melintas di ruas tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Kamis (21/6).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan ikut mempercepat proses pembebasan lahan di seksi satu dan dua Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Moch Iriawan dalam siaran persnya, Jumat, mengatakan pihaknya akan turut mempercepat sejumlah proyek infrastruktur strategis nasional salah satunya percepatan Tol Bocimi seksi satu yakni dari Ciawi-Cigombong yang Agustus nanti ditargetkan rampung.

"Waktu empat bulan itu singkat, tapi saya punya skala prioritas," katanya.

Menurutnya Tol Bocimi harus didorong percepatannya karena akses menuju Selatan Jabar saat ini terkendala dan banyaknya keluhan pemudik yang disergap kemacetan panjang dari Sukabumi menuju Bogor menunjukan pentingnya tol ini tuntas.

"Saya ingin ada percepatan Tol Bocimi, nanti kita lihat ke lapangan perkembangannya," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa memastikan urusan lahan harus menjadi perhatian penting mengingat target seksi satu ssudah semakin dekat. Dia mencatat sebelum hari Raya Idul Fitri, seksi satu sepanjang 15 kilometer pembebasan lahannya masih tersisa di wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.

"Tinggal 0,50 persen yang belum bebas. Untuk lahan yang belum bebas masih ada sekitar 26 bidang atau sekitar 8,716 meter persegi. Ini ada di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor," katanya.

Dia memaparkan sejumlah persoalan yang belum tuntas antara lain ada satu bidang lahan tumpang tindih, pemilik yang komplen soal luasan di satu bidang, hingga ada satu bidang yang mengembalikan uang ganti rugi dan 10 bidang masih melakukan negoisasi.

"Agustus seksi satu ini dijadwalkan selesai, tapi capaian ini tergantung sisa pembebasan lahan," ujarnya.

Untuk mempercepat sisa lahan pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan permohonan terutama pada BPN Bogor yang diharapkan bisa turut mempercepat urusan ganti rugi di lapangan. "Kita akan koordinasikan lagi target Agustus, tapi kita berharap jalan tol ini bisa bergerak lebih cepat," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement