REPUBLIKA.CO.ID, ‘Aisyiyah saat ini menjadi salah satu organisasi perempuan yang memiliki peran besar dalam memajukan kehidupan bangsa. Saat ini merupakan waktu yang tepat bagi perempuan-perempuan untuk mengambil peran utama sebagai penggerak amar ma'ruf nahi munkar.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Siti Noorjannah Djohantini dalam sesi percakapan dengan Republika, Sabtu (19/5) lalu. Menurutnya, perkembangan perempuan Muhammadiyah dapat dilihat dari dua sisi. Yakni secara organisasi, ‘Aisyiyah secara nasional terus meningkatkan kualitas dan jangkauan dakwahnya.
"Artinya, ‘Aisyiyah dari pusat, wilayah, cabang, daerah, ranting terus didorong melakukan konsolidasi secara berjenjang. Supaya pimpinan betul-betul menjadikan organisasi ini bagian dari institusi yang bisa menggerakkan dakwah," ungkapnya.
Menurut Noorjannah, ‘Aisyiyah yang berada di daerah tertinggal, termiskin dan sifatnya seperti membuka lahan dakwah, maka jika organisasinya sudah ada harus diperkuat. Tapi, jika belum ada organisasinya melainkan sudah ada orang-orangnya baik itu guru, simpatisan maka dilakukan berbagai kegiatan dakwah.
"Misal untuk pendidikan itu kita masuk melalui PAUD, melalui pendidikan nonformal maupun informal. Kemudian kita masuk ke entry point yaitu kesehatan, inilah tempat sebenarnya masyarakat haus mengenai berbagai informasi peningkatan kualitas kesehatan," katanya.
Untuk mencapai tujuan itu, Noorjannah mengingatkan agar hal tersebut dilakukan baik secara individu maupun keluarga dan masyarakat luas. Misal di sana ada stunting, ada gizi, bagaimana menjaga masyarakat dari kekurangan gizi. Dapat pula lewat kesehatan reproduksi, sanitasi lingkungan yang tentunya akan berpengaruh kepada kondisi kesehatan masyarakat.
Penguatan kelembagaan
Dari semua langkah tadi, lanjut dia, pada intinya ‘Aisyiyah hadir untuk membawa hal-hal yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat sebagai pintu masuk pendekatan dakwah dari sebuah institusi. "Jadi, ‘Aisyiyah masuk melalui program-program yang selanjutnya secara kelembagaan bertambah cabang, maupun ranting.’’
Menurut Noorjannah, kelembagaan ini harus dikuatkan pada institusi amal usahanya. Institusi amal usaha bisa masuk melalui pendidikan mulai dari PAUD, TK sampai perguruan tinggi ‘Aisyiyah. Disinilah pentingnya bahwa kualitas sumber daya manusianya menjadi prioritas.
"Untuk Pendidikan kita sudah kembangkan seperti SMK dan berdiri di beberapa provinsi, lainnya akan menyusul seperti Banyuasin dan Palembang. Ini sangat menarik karena mereka mendirikan SMK, bukan lagi SMA-SMA. Kemudian, SD-SD unggulan bermunculan, selain TK-TK dan PAUD-PAUD yang sudah begitu banyak," ujarnya.
Untuk kesehatan, saat ini ‘Aisyiyah bersama Muhammadiyah tengah mendukung program Seribu Klinik. ‘Aisyiyah sendiri kini sudah memiliki klinik yang banyak, tapi karena sebagian sudah mulai tidak terawat dengan baik, harus dihidupkan lagi dan dimunculkan klinik-klinik satelit dari rumah-rumah sakit ‘Aisyiyah.