Kamis 24 May 2018 04:04 WIB

Mengapa Arsenal Memilih Emery

Emery sepakat anggaran 50 juta pound yang disiapkan Arsenal untuk membeli pemain.

Unai Emery
Foto: EPA-EFE/RONALD WITTEK
Unai Emery

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Israr Itah, Reja Irfa Widodo, Gilang Akbar Prambadi

Pada Rabu (23/5), Arsenal secara resmi mengumumkan Unai Emery sebagai pelatih baru mereka. Emery menggantikan Arsene Wenger yang pergi setelah 22 tahun bertugas menukangi the Gunners.

Ada banyak alasan mengapa Arsenal akhirnya memilih pelatih berusia 46 tahun tersebut. Selain karena rekam jejaknya yang sangat memukau, Emery juga bisa disebut memiliki karakteristik mirip Wenger.

Kepala Eksekutif Arsenal, Ivan Gazidis, menyebut Emery memiliki rekam jejak luar biasa dan meraih kesuksesan sepanjang kariernya. Emery sukses membawa Almeria promosi ke La Liga Spanyol 2007-2008 untuk pertama kalinya dalam 18 tahun. Dan, hebatnya Emery mampu mengantarkan Almeria menutup musim dengan menempati posisi ke-8 klasemen.

Prestasi Emery menukangi sebuah tim memang terbilang moncer. Prestasi terbaiknya ketika ia berhasil mengantarkan Sevilla menjadi juara Liga Europa selama tiga musim berturut-turut dari 2013 hingga 2016. Dan hebatnya, Emery mampu meraih tiga gelar tersebut dengan hanya mengandalkan materi pemain yang dianggap seadanya.

Inilah kesamaan Emery dengan Wenger yang selama ini lebih dikenal sebagai pelatih pencetak pemain bintang ketimbang pelatih pemburu pemain bintang. Emery dan Wenger sama-sama terbiasa bekerja dengan pemain-pemain muda untuk disiapkan menjadi pemain bintang. ‘’Ia (Unai Emery) telah mengembangkan beberapa talenta muda terbaik di Eropa,’’ puji Gazidis.

Kebijakan transfer pemain memang menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan Arsenal dalam mencari calon pelatih pengganti Wenger. Sebelumnya staf pelatih Manchester City, Mikel Arteta, dianggap menjadi kandidat terkuat pengganti Wenger. Namun, mantan gelandang Arsenal itu memilih mundur karena tidak setuju dengan kebijakan transfer pemain Arsenal.

Sementara Emery, menurut laporan Daily Mail, tidak khawatir dengan anggaran 50 juta pound yang disiapkan Arsenal untuk membeli pemain bursa transfer musim panas nanti. Emery mengaku cocok dengan nilai-nilai Arsenal.

"Arsenal dikenal dan dicintai di seluruh dunia karena gaya permainannya, komitmennya untuk pemain muda, stadion yang fantastis, dan cara klub dijalankan," kata Emery.

Wenger dan Emery juga sama-sama memiliki pengalaman dalam menangani ‘keunikan’ pemain bintang. Wenger sering kali menghadapi pemain-pemain muda yang memilih meninggalkan Arsenal setelah menjelma menjadi pemain bintang. Sementara Emery, selama dua musim menangani Paris Saint-Germain/PSG (2016-2018), mengaku pemain bintang lebih punya power ketimbang dirinya.

"Di Barcelona ada Lionel Messi, di sini ada Neymar," kata Emery dikutip dari ESPN, Jumat (4/5). Emery mengaku memahami hal ini karena terkadang ia merasakan tak jadi bos di timnya sendiri. Menurut Emery, Neymar memang didatangkan untuk jadi pemimpin.

Emery memutuskan pergi akhir musim ini. Mantan pelatih Sevilla ini dikabarkan bersitegang dengan para pemain PSG yang notabene mayoritas berstatus bintang.

Kemiripan lainnya antara Wenger dan Emery dilihat dari ciri gaya taktik permainannya. Sang Profesor, julukan bagi Wenger, dinilai berhasil membuat permainan Arsenal terlihat indah dengan permainan cepat dan menawannya. ‘’Dan, ia (Unai Emery) memainkan gaya sepak bola progresif yang menarik, yang sangat cocok dengan Arsenal,’’ kata Gazidis.

Seperti seorang profesor, Emery sangat detail dalam meracik taktik. Seperti disebut dalam laporan BBC, Emery selalu melakukan persiapan dengan detail dan matang dari segi teknis dan taktik. Emery bahkan bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk menganalisa pergerakan pemain atau kelemahan lawan melalui video rekaman.

Dari hasil analisa itu, Emery akan memberikan instruksi kepada para pemainnya sebelum turun ke lapangan. Bahkan, tidak jarang, Emery bakal membagikan video rekaman pertandingan kepada para pemainnya agar bisa mempelajari video tersebut.

‘’Pendekatan Emery yang bekerja keras dan penuh semangat serta nilainya di luar lapangan, membuatnya menjadi sosok ideal untuk menakhodai Arsenal,’’ tambah Gazidis.

Satu lagi, Emery pintar bahasa seperti Wenger yang menguasai bahasa Prancis, Inggris, Jerman, Italia, Spanyol dan Jepang. Emery pun mahir bahasa Spanyol, Rusia dan Prancis. Meski tidak lancar bahasa Inggrisnya, hal tersebut diyakini tidak akan menjadi penghalang karena Emery pintar bahasa sehingga diyakini mampu cepat belajar.

Arsenal sudah lama dahaga gelar. Klub London utara ini terakhir kali menjuarai Liga Primer Inggris pada musim 2003/2004. Di kancah Eropa, Arsenal sama sekali belum pernah mencicipi rasanya menjadi juara Liga Champions.

Prestasi terbaik Arsenal di level Eropa ketika mereka menjuarai Piala Winners 1993-1994. Kompetisi yang melebur dengan Piala UEFA pada 1998-1999 sebelum kini berubah nama menjadi Liga Europa.

Arsenal kini berharap pada Emery yang sukses membawa Sevilla tiga kali juara Liga Europa. Ia juga berhasil mengantarkan PSG hingga babak 16 besar Liga Champions dan mengalahkan Bayern Muenchen 3-0 di babak penyisihan grup.

"Saya yakin Arsenal akan menjadi salah satu penantang Liga Primer musim depan. Karena, ada yang istimewa di tim ini yang keluar pada musim depan," kata Wenger.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement