REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jelang laga final Piala FA lawan Manchester United pada Sabtu (19/5) malam lalu, isu pemecatan Antonio Conte dari kursi pelatih Chelsea telah berhembus kencang. Dan ketika Chelsea mampu menaklukkan MU lewat gol semata wayang Eden Hazard, isu pemecatan Conte tidak juga kunjung mereda.
Buktinya, tiga hari usai mempersembahkan trofi satu-satunya bagi Chelsea musim ini, Conte dikabarkan akan tetap dipecat. Pelatih berdarah Italia itu dinilai gagal membawa Chelsea bersinar musim ini. Selain gagal di kancah Liga Champions, klub berjuluk The Blues yang berstatus juara bertahan ini terpuruk di posisi kelima klasemen Liga Primer Inggris musim ini.
Roman Abramovich memang tidak pernah ragu memecat pelatih yang gagal membawa Chelsea meraih gelar juara. Sejak menguasai klub London Barat itu pada Juni 2003, taipan asal Rusia tersebut telah mengganti 13 pelatih. Beberapa nama merupakan pelatih ternama yang memiliki segudang prestasi.
Jika melihat dinamikanya sepanjang 15 tahun terakhir, Abramovich tidak pernah berlama-lama untuk mengganti pelatih jika Chelsea terpuruk di kancah Liga Primer Inggris. Ia tidak peduli meski pelatih tersebut musim sebelumnya mampu mempersembahkan gelar liga atau bahkan trofi Liga Champions. Dan, isu pembangkangan pemain terkadang ikut memanaskan isu pemecatan pelatih Chelsea.
Pada 10 Februari 2009, Chelsea memecat Luiz Felipe Scolari setelah bertugas selama tujuh bulan sejak menggantikan Avram Grant pada awal musim. Scolari dipecat usai Chelsea bermain imbang 0-0 dari menjamu Hull City di Stamford Bridge. Hasil tersebut membuat Chelsea berada di posisi keempat dengan terpaut tujuh angka dari MU yang memimpin klasemen.
Kapten John Terry saat itu mengisyaratkan pemecatan Scolari dipicu ketidaksukaan sejumlah pemain atas pelatih asal Brasil tersebut. Scolari kabarnya didepak karena hasutan Michael Ballack, Petr Cech dan Didier Drogba. Scolari yang sukses membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 2002 dan Portugal menuju final Euro 2004, akhirnya digantikan oleh asisten Ray Wilkins (9-15 Februari 2009).
Wilkins mengambil tugas sementara sebelum Chelsea akhirnya menunjuk Guus Hiddink sebagai pengganti tetap Scolari. Sama seperti Conte, Hiddink hanya mampu mempersembahkan trofi Piala FA sebagai satu-satunya trofi bagi Chelsea. Itu menjadi trofi pertama Chelsea setelah dua musim berturutan tanpa gelar. The Blues terakhir kali meraih Piala FA pada 2007 ketika ditangani Jose Mourinho.
Bedanya dengan Conte, Hiddink saat itu mampu membawa Chelsea menembus semifinal Liga Champions. John Terry dan kawan-kawan pun berhasil bertengger di posisi ketiga klasemen Liga Primer Inggris.
Kemenangan 2-1 atas Everton di partai final Piala FA pada 31 Mei 2009 menjadi laga terakhir Hiddink bersama Chelsea. Ia harus kembali menangani timnas Rusia yang saat itu masih harus berjuang keras untuk lolos ke Piala Dunia 2010.
Guus Hiddink pergi, Carlo Ancelotti datang. Ancelotti menangani Chelsea setelah menangani Milan selama 8 tahun.
Abramovich memboyong Ancelotti karena penasaran dengan nasib Chelsea yang tidak pernah mampu menjuarai Liga Champions. Dalam enam tahun terakhir sejak Abramovich mengambil alih (2003-2009), Chelsea lima kali menembus babak empat besar Liga Champions tanpa pernah mampu menjadi juaranya. Kesuksesan Ancelotti membawa Milan dua kali juara Liga Champions (2003 dan 2007) diharapkan mampu memupus nasib sial Chelsea tersebut.
Namun, Ancelotti akhirnya juga dipecat pada 22 Mei 2011. Bukan hanya karena tak kunjung mampu mempersembahkan gelar Liga Champions, Ancelotti musim itu juga gagal mempersembahkan satu pun gelar juara. Ia dipecat meski musim sebelumnya mampu membawa Chelsea juara Liga Primer Inggris dan Piala FA.
Usai gagal bersama Ancelotti, Chelsea ingin mengulang kembali momen indah bersama Mourinho (2 Juni 2004 - 19 September 2007). Tapi, Chelsea memilih sang asisten (Andre Villas-Boas/AVB) yang dikenal sebagai ‘mata’ dan ‘telinga’ Mourinho. Villas-Boas saat itu juga sukses membawa Porto menjuarai Liga Europa 2011.
Namun sayang, Villas-Boas gagal membawa kesuksesan bagi klub berjuluk The Pensioners tersebut. AVB didepak kurang dari 24 jam setelah Chelsea kalah 0-1 dari West Bromwich Albion di The Hawthorns pada 4 Maret 2012.
Mantan-mantan pelatih Chelsea saat itu ikut mengomentari pemecatan Villas-Boas. Ancelotti menyebut Villas-Boas selalu menjadi sosok yang kerap dipojokan atas keterpurukan The Blues. Scolari menyebut ‘neraka’ akan menanti siapapun pengganti Villas-Boas.
Alex, mantan bek Chelsea, mengatakan Villas Boas menjadi korban karena berani membangkucadangkan pemain-pemain senior demi memberi kesempatan bermain bagi sejumlah pemain muda. Sementara Sir Alex Ferguson mengatakan Villas-Boas menjadi korban sepak bola modern yang menginginkan hasil instan.
Setelah Villas-Boas, sejumlah pelatih bergantian mengarsiteki Chelsea seperti Roberto Di Matteo (4 Maret 2012 - 21 November 2012), Rafael Benítez (21 November 2012 - 27 Mei 2013), Jose Mourinho (3 Juni 2013 - 17 Desember 2015), Steve Holland (17 Desember 2015 - 19 Desember 2015), Guus Hiddink (19 Desember 2015 - 16 Mei 2016) dan Antonio Conte (3 Juli 2016 - sekarang).
Di Matteo dipecat setelah empat bulan mempersembahkan gelar juara Liga Champions 2011-2012 bagi Chelsea. Ia dipecat usai Chelsea menelan kekalahan telak 0-3 dari Juventus di babak penyisihan grup Liga Champions 2012-2013. Isu lainnya menyebut Di Matteo dipecat lantaran membangkucadangkan striker Fernando Torres yang disebut-sebut sebagai anak kesayangan Abramovich.
Setelah gagal mempertahakan gelar Liga Champions, Abramovich menunjuk Benitez menggantikan Di Matteo dengan target memperbaiki posisi Chelsea di Liga Primer. Benitez dikontrak hanya hingga akhir musim sebelum akhirnya Chelsea kembali memboyong Mourinho untuk kedua kalinya.
Namun, Mourinho bukan The Special One lagi. Mourinho yang musim sebelumnya berhasil mempersembahkan gelar Liga Primer Inggris 2014-2015, dipecat dua hari setelah Chelsea menelan kekalahan 1-2 dari Leichester City pada 15 Desember 2015. Kekalahan tersebut membuat Chelsea hanya unggul satu angka di atas zona degradasi setelah kalah sembilan kali dari 16 pertandingannya.
Hiddink pun kembali dipanggil untuk menyelesaikan masalah. Tapi, ia hanya mampu membawa Chelsea mengakhiri musim dengan menempati posisi ke-10 klasemen Liga Primer Inggris 2015-2016.
Kini Conte yang menangani Chelsea sejak menggantikan Hiddink pada awal Juli 2016. Meski musim lalu berhasil mempersembahkan gelar juara Liga Primer Inggris 2016-2017, Conte musim ini gagal membawa Chelsea masuk posisi empat besar liga. Chelsea musim ini pun tersingkir di babak 16 besar Liga Champions.
Conte tiga hari lalu memang berhasil mempersembahkan trofi Piala FA. Tapi, melihat dinamikanya sepanjang 15 tahun terakhir, sepertinya trofi itu belum cukup mampu mempertahankan Conte di Stamford Bridge. Dan, hanya waktu yang akan membuktikannya.