Rabu 16 May 2018 12:49 WIB

Sandiaga Tegaskan Pasokan Beras Selama Ramadhan Aman

Sandiaga memastika stok beras cukup, lancar, dan harga stabil.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Andi Nur Aminah
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dengan Direktur Utama PT Food Station Tjipinang (FST) Arief Prasetyo, Ketua Koperasi Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Zulkifli Rasyid dan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi menegaskan pasokan beras aman untuk Puasa dan Lebaran 2018 di Gudang PT FST.
Foto: Melisa
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dengan Direktur Utama PT Food Station Tjipinang (FST) Arief Prasetyo, Ketua Koperasi Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Zulkifli Rasyid dan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi menegaskan pasokan beras aman untuk Puasa dan Lebaran 2018 di Gudang PT FST.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan bahwa pasokan beras selama bulan suci Ramadhan hingga Lebaran 2018 aman. Bahkan, distribusinya pun akan dipantau agar tidak terjadi gejolak harga khususnya beras selama bulan Ramadhan.

"We have the supply, distribusinya terbuka semua enggak boleh semua harga enggak terantisipasi. Saya pastikan akhir Sya'ban menuju ke Hari Raya Idul Fitri stok cukup. Kedua lancar, dan harga stabil," kata Sandi saat mengunjungi gudang beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (16/5).

Sandi menuturkan, pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang mencapai 41.227 ton per hari ini. Jumlah tersebut dua kali lipat dari jumlah normal yang tersedia tiap hari. Bahkan, ia menargetkan akan menambah 3.000 ton per harinya.

"Jadi ini kita pastikan stok aman, stok normal selama bulan Ramadhan. Kita tambah terus targetnya 3.000 ton per hari. Tapi kemarin sudah mencapai 4.500 sampai 5.000 ton," kata Sandi.

 

Selain pasokan dan distribusi, bahan baku serta mutu beras juga akan diawasi. Hal tersebut dilakukan dengan menggelar Jelajah Distribusi Pangan Jakarta selama bulan Ramadhan. Sehingga dapat dipastikan mutu beras yang didistribusikan tidak berada di bawah standar.

"Selama bulan suci Ramadhan kita akan jelajah distribusi pangan. Kita harus pastikan tidak hanya laporan di atas meja, karena seeing is believing," tambahnya.

Jelajah Distribusi Pangan Jakarta selama bulan Ramadhan yang dilakukan guna untuk menjaga harga beras tetap stabil hingga Juli. "Bulan April kemarin kita deflasi, harga bahan pangan turun. Kita ingin menjaga harga bulan Mei ini, (kita) patahkan bulan Juni, Juli mitos harga naik. Insya Allah Jakarta akan menyumbangkan inflasi harga yang baik," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi memprediksi hingga akhir Juni panen mencapai 8,2 juta ton secara nasional. Sehingga, bagi wilayah penyalur pangan ke DKI akan terus mendistribusikan kebutuhan pangan ke wilayah DKI.

"Kemudian selanjutnya bagaimana kita bisa mendistribusikan ini dengan baik kepada seluruh warga DKI dan Jabodetabek khususnya juga didistribusikan dengan baik sehingga sampai ke masyarakat dengan saat yang tepat, harga yang tepat juga tentunya," kata Agung.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement