Sabtu 28 Apr 2018 14:00 WIB

Fuad: Posisi Menkeu tak Bisa Digantikan Dalam Debat Utang

Debat kepada Sri Mulyani itu perintah langsung Presiden Jokowi.

Utang luar negeri tahun ke tahun
Foto: republika
Utang luar negeri tahun ke tahun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat ekonomi dan mantan menteri keuangan, Fuad Bawazier, mengtakan ‘lucu bin aneh’ bila ada orang  menyatakan bersedia menggantikan posisi Sri  Mulyani ketika akan berdebat dengan Rizal Ramli soal utang negara.  Sebab, selain dia hanya ‘orang swasta’ (bukan pejabat negara), ajang debat atau adu data dengan Sri Mulyani soal utang itu merupakan perintah langsung Presiden Joko Widodo.

‘’Kalau ada orang yang menggantikan posisi Sri Mulyani untuk debat dengan Rizal Ramli apa dasarnya dia. Dia jelas bukan pejabat negara yang ditunjuk langsung oleh presiden, dan apalagi dia orang swasta. Belum lagi soal kompetensinya. Debat soal utang itu perintah Presiden Jokowi kepada Sri Mulyani. Jadi selaku menteri pembantu presiden, perintah itu harus dilaksanakan. Jadi itu aneh dan lucu ada yang menunjuk diri sendiri padahal dia bukan diperintah langsung oleh presiden,’’ kata Fuad Bawazier, kepada Republika.co.d (28/4).

Menurut Fuad, Sri Mulyani memang selama terkesan tidak ada yang mendebat soal kebijakan utang negara uang dikeluarkannya meski banyak ekonom sudah mempersoalkannya. Yang dia lakukan hanya pernyataan yang searah atau monolog. Nah, dengan debat atau adu data itu maka posisi atau soal utang menjadi jelas.

“Justru dengan debat itu Sri Mulyani bisa menjelaskannya secara lebih terang ke publik mengenai soal utang negara itu. Jadi malah tidak etis bila dia tolak debat apalagi merupakan perintah presiden langsung. Lebih aneh lagi kalau debat tidak dilakukan dengan alasan kesibukan,’’ tegasnya.

Selain itu, lanjut Fuad, debat soal utang negara kini sangat penting dan tepat waktunya. Terutama untuk menjawab situasi yang terkait ekonomi negara pada sekarang ini.’’Debat ini penting di tengah surat utang mulai tidak laku. Para pembeli surat utang atau investor terlihat mulai ragu untuk membelinya,’’ kata Fuad Bawazier.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo, menyatakan siap menggantikan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk meladeni tantangan debat soal utang luar negeri yang dilontarkan oleh Rizal Ramli. Karena mengingat kesibukan dan fokus Sri Mulyani mengurus keuangan negara, maka agaknya debat itu akan sulit diwujudkan.

''Untuk itu, sebagai penghormatan kepada senior, saya mengajukan diri untuk berdebat secara terbuka tentang utang luar negeri dengan Bang Rizal Ramli," ujar Yustinus dalam pernyataan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Pada Kamis (26/4) lalu, mantan Menteri Keuangan Rizal Ramli mengajukan permintaan untuk berdebat terbuka dengan Sri Mulyani di media. Menurut Yustinus, tawaran tersebut layak disambut hangat, terutama untuk literasi publik sehingga segala simpang siur yang ada dapat dibuat lebih terang benderang.

Yustinus yakin debat ini akan bermanfaat bagi publik dan menjadi tradisi intelektual yang baik di ruang publik. Ia pun mengaku telah dan sedang menyiapkan data dan analisis yang relevan. ''Data dan analisis tersebut siap saya paparkan dalam debat nanti,'' katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement