Kamis 19 Apr 2018 09:09 WIB

Jonan: Pencemaran Minyak Jadi Pelajaran

Kementerian ESDM masih menunggu hasil investigasi final pencemaran minyak

Pantauan tumpahan minyak di Balikpapan melalui citra satelit radar.
Foto: dok. Lapan
Pantauan tumpahan minyak di Balikpapan melalui citra satelit radar.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Kementerian Energi Sumber Daya Mineral akan menggunakan hasil investigasi pencemaran minyak di Teluk Balikpapan untuk mengambil kebijakan di masa depan. Hal ini ditegaskan Menteri ESDM, Ignasius Jonan di sela kunjungan ke PT PLN (Persero) Area Pengatur Beban (APB) JawaTengah dan DIY, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (18/4).

Ia mengatakan, saat ini Kementerian ESDM masih menunggu hasil investigasi final yang dilakukan oleh Kepolisian bersama-sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

"Jadi yang mesti dicari itu mengapa sampai ada pencemaran minyak di Teluk Balikpapan tersebut, penyebabnya apa?" tegasnya.

Jonan menambahkan, tumpahan minyak tersebut pasti karena pipa yang di bawah laut pecah. Pertanyaannya, apa penyebab pipa tersebut bisa pecah? Setelah itu barulah pemerintah bisa membicarakan sanksi.

 

"Maka jika ditanyakan sanksi apa, harus melihat dulu penyebabnya apa? Karena sampai sekarang hasil investigasinya belum ada. Kalau nanti hasil investigasinya keluar Kementerian ESDM bakal mengambil tindakan sesuai dengan penyebabnya. Makanya saya tidak mau memberi komentarlebih jauh dari ini. karena kita masih menunggu hasil investigasi penyebabnya apa," lanjutnya.

 

Oleh karena itu Jonan enggan berasumsi terkait dengan pencemaran di teluk Balikpapan ini. Sebab jika ia punya pendapat sendiri bisa mempengaruhi tim investigasi. "Makanya lebih baik menunggu hasil investigasi finalnya seperti apa. Jika sudah diketahui penyebabnya nanti akan dicari siapa yang bertanggungjawab dalam peristiwa ini," katanya.

Saat disinggung apakah kementeriannya bakal mengambil tindakan terhadap Pertamina selaku pemilik pipa, Jonan kembali menegaskan tergantung hasil investigasi.

"Dilihat dulu, kesimpulannya seperti apadan siapa yang harus diambil tindakan," tegasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement