Jumat 13 Apr 2018 16:27 WIB

Majelis Tahkim Luncurkan Pasar UKM Syarikat Islam

Perekrutan dan pembinaan pelaku UKM dan PKM adalah sebagai langkah konkret SI.

Rep: Novita Intan/ Red: Agus Yulianto
Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Indonesia, Hamdan Zoelva
Foto: Republika/Amri Amrullah
Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Indonesia, Hamdan Zoelva

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sejak Majelis Tahkim atau Kongres Nasional Syaraikat Islam ke-40 di Bandung pada 2015 telah mengukuhkan Hamdan Zoelva, sebagai formatur tunggal dan Ketua Umum Syarikat Islam juga meneguhkan komitmen Syarikat Islam dibidang perekonomian. Semula gerakan Syarikat Islam yang diawali oleh Sarekat Dagang Islam (SDI) adalah wadah perjuangan kaum pribumi dibidang perekonomian.

Atas dasar itulah, prioritas program kerja dalam kepengurusan Pimpinan Pusat atau Lajnah Tanfiziyah Syarikat Islam Masa Juang 2015-2020, yang dikenal sebagai Catur Program konsolidasi organisasi, pemberdayaan ekonomi, penataan pendidikan, dan pencerdasan melalui gerakan siyasah pasca Majelis Tahkim atau Kongres Nasional ke-40, telah mencanangkan untuk mengembalikan perjuangan SI ke garis azzimut-nya.

"Salah satunya concern kepada gerakan membangun ekonomi kerakyatan dengan melakukan pembinaan untuk kalangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM)," ujar Hamdan dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Jakarta, Jumat (13/4).

Adapun bentuk pengejawantahan program-program di bidang ekonomi di Provinsi DKI Jakarta untuk diimplementasikan sebagai program aksi, yang akan segera dilakukan adalah membuka Pasar UKM Binaan Syarikat Islam yang bekerja sama dengan pihak mitra, yaitu PD Pembangunan Sarana Jaya, dengan mempergunakan fasilitas Mall Pondok Kelapa Town Square (Pokets) di Jakarta Timur.

"Pedagang-pedagang yang terhimpun untuk taraf awal adalah terdiri dari para pelaku Pedagang Kecil Mandiri (PKM) di DKI Jakarta yang kemudian menjadi binaan Koperasi Perdagangan Syarikat Islam (KOPPSI) DKI Jakarta sekaligus mereka terdaftar sebagai Anggota KOPPSI," ungkapnya.

Perekrutan dan pembinaan para pelaku UKM dan PKM adalah sebagai langkah konkret peran serta Syarikat Islam dalam mewujudkan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Di samping itu, juga memberikan ruang bagi pelaku UKM untuk mereka memiliki tempat berhimpun dan bernaung demi mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan usaha dan kemajuan bersama.

Para pelaku UKM dan PKM akan mendapatkan pembinaan dalam pengelolaan usaha yang baik melalui program pendampingan pengelolaan yang meliputi pembinaan dalam membangun jiwa enterpreuneurship. Langkah ini agar siap berkompetisi dalam usaha-usaha perdagangan dengan cara yang sehat dan sesuai aturan hukum dan pelatihan manajemen dan analisa usaha melalui Sekolah Dagang Syarikat Islam.

"Mereka juga akan mendapatkan pembinaan melalui pengajian-pengajian dan taklim yang dibuat khusus dalam rangka memerkaya pengetahuan tentang wawasan ke-Islaman," ungkapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement