Rabu 11 Apr 2018 04:49 WIB

Suroboyo Bus Diharap Kurangi Kemacetan dan Sampah

Perbandingan kendaraan pribadi dan transportasi massal di Surabaya, 75:25 persen.

Warga menunggu keberangkatan 'Suroboyo Bus' di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/4).
Foto: Antara/Didik Suhartono
Warga menunggu keberangkatan 'Suroboyo Bus' di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/4).

Oleh Dadang Kurnia

Wartawan Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Gagah, modern, aman, dan nyaman. Hal itu menjadi beberapa gambaran yang terlintas saat membicarakan Suroboyo Bus yang diluncurkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akhir pekan lalu. 

Bus dengan lebar 2,4 meter dan panjang 12 meter itu dilengkapi 12 kamera CCTV pada bagian dalam dan tiga kamera CCTV yang disematkan pada bagian luar. Keberadaan kamera-kamera ini dimaksudkan memberikan rasa aman bagi penumpang. 

 

Selain itu, pintu bus juga dilengkapi sensor sehingga jika ada penumpang yang menghalangi, pintu tidak akan tertutup dan bus tidak akan berjalan. Bus berwarna merah tersebut, terkesan lebih nyaman karena dilengkapi handle untuk pegangan penumpang. 

Bahkan, bus berkapasitas 67 penumpang ini memiliki warna bangku penumpang untuk laki-laki dan perempuan. "Pada bagian depan berwarna merah muda untuk kaum hawa sedangkan bagian belakang berwarna orange untuk laki-laki," kata Risma.

Keunggulan lainnya, bus ini juga sangat ramah untuk penyandang difabel, lansia dan ibu hamil. Di bus ini telah disediakan tombol khusus dekat pintu masuk, yang jika ditekan, asisten pengemudi akan membantu penyandang difabel masuk ke dalam bus.

“Suroboyo Bus didesain low entry (tinggi pintu masuk yang rendah) yang mana ketinggian pintu sejajar dengan pedestrian,” ujar Risma.

Kehadiran Suroboyo Bus memang diproyeksikan untuk mengurangi volume kendaraan di Surabaya. Karena itu, bus ini didesain seaman dan senyaman mungkin agar masyarakat lebih memilih menaikinya ketimbang mengendarai kendaraan pribadi.

Perempuan kelahiran Kediri tersebut menjelaskan, volume kendaraan di Surabaya terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, menurutnya, transportasi massal merupakan alternatif tepat untuk mengurangi kepadatan kendaraan.

Perbandingan kendaraan pribadi dan transportasi massal saat ini 75 persen dan 25 persen. “Kalau sampai tembus angka 90 persen (kendaraan pribadi), maka jalan di Surabaya akan berhenti. Idealnya 50 banding 50,” kata Risma.

Selain mengatasi kemacetan, Suroboyo Bus juga diharapkan mampu mengurangi jumlah sampah plastik di Kota Pahlawan. Sebab, penumpang tidak perlu membayar dengan uang, melainkan menggunakan sampah plastik.

“Bagi penumpang yang akan naik harus membawa lima botol ukuran tanggung, tiga botol besar, 10 gelas air mineral, kantong plastik (kresek) dan kemasan plastik, kata Risma.  

photo
Suroboyo Bus melintas di jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/4). (Antara)

Bagi penumpang yang tidak ingin membawa sampah plastik, dapat menukarkan jenis-jenis sampah di bank sampah, drop box halte, dan drop box Terminal Purabaya yang telah bekerja sama dengan DKRTH. Lalu, tukarkan sampah dengan kartu kartu setor sampah, yang dapat ditukar dengan tiket.

“Dengan begitu, penumpang bisa berkeliling Surabaya selama dua jam keliling secara gratis,” ujar Risma.

Nantinya, kata Risma, sampah-sampah plastik yang telah terkumpul akan diolah dengan baik dan benar sehingga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Saat ini, Pemkot Surabaya telah melibatkan tiga bank sampah untuk membawa hasil setor sampah dari halte serta terminal, di antaranya bank sampah induk surabaya, bintang mangrove, dan pitoe.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad menambahkan, Pemkot Surabaya berharap Suroboyo Bus mampu menurunkan angka kecelakaan. “Khusus untuk anak-anak sekolah agar bisa memanfaatkan bus suroboyo untuk menjalankan aktivitasnya sehari-hari,” kata Irvan.

Irvan memastikan, Suroboyo Bus sangat aman saat melintas. Itu tak lain karena, transportasi massal ini terintegritas dengan sistem pengaturan lalu lintas jalan. 

Artinya, lampu lalu lintas secara otomatis akan berubah menjadi hijau jika bus ini melintas. Saat ini, pusat controlnya ada di Terminal Bratang dan Joyoboyo.

Irvan menambahkan, untuk rute bus, yakni mulai dari arah selatan ke utara (terminal Purabaya hingga Halte Rajawali), begitu pula sebaliknya dari halte Rajawali menuju terminal Purabaya. Bus akan beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. 

“Ini dilengkapi aplikasi GoBis untuk melihat jadwal kedatangan bus di setiap halte, asal dan tujuan, hingga posisi bus berada," ujar Irvan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement