Sabtu 24 Mar 2018 17:59 WIB

Ratusan WNA Berpartisipasi di Earth Hour Bali

Mereka meluangkan waktu untuk menandatangani petisi kampanye Earth Hour.

Seorang warga menyerahkan sampah elektronik (e-waste) kepada Komunitas Earth Hour dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional di Car Free Day, Jalan Ir.H. Djuanda (Dago), Kota Bandung, Ahad (19/2).
Foto: Mahmud Muhyidin
Seorang warga menyerahkan sampah elektronik (e-waste) kepada Komunitas Earth Hour dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional di Car Free Day, Jalan Ir.H. Djuanda (Dago), Kota Bandung, Ahad (19/2).

REPUBLIKA.CO.ID, KUTA -- Ratusan warga negara asing (WNA) berpartisipasi dalam kampanye peduli lingkungan Earth Hour di Bandara Ngurah Rai, Bali, Sabtu (24/3). Berdasarkan pantauan Antara di bandara, ratusan WNA yang berlalu lalang di terminal internasional Bandara Ngurah Rai, meluangkan waktu untuk menandatangani petisi kampanye Earth Hour.

Selain itu, mereka akan menukarkan kantong plastik yang di bawa, diganti dengan kantong tas kain sebagai bentuk dukungan pengurangan sampah plastik. Di antara para WNA itu, ada yang berasal dari Swiss, Cina, Belanda, Kanada hingga Jerman.

PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menyiapkan sebanyak ratusan tas kain sebagai upaya kampanye lingkungan mengurangi sampah plastik. "Ada lebih dari 300 kantong kain kami siapkan untuk menggantikan kantong plastik yang digunakan oleh pengunjung," kata Co GM Bandara Ngurah Rai Rahadian Dewanto Yogisworo.

Kampanye tersebut, menurutnya, bertujuan untuk peduli terhadap lingkungan. Di mana sudah banyak limbah plastik yang susah terurai berserakan di Pulau Bali.

Dengan adanya gerakan kampanye tersebut diharapkan masyarakat nasional ataupun internasional dapat sadar diri untuk turut mengurangi sampah plastik.  Dalam rangka Earth Hour pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, akan memadamkan listrik di beberapa titik bandara itu selama satu jam untuk mendukung kampanye penghematan energi global.

"Kami ingin berkontribusi mengurangi pemanasan global, perubahan iklim serta mewujudkan lingkungan hidup yang lebih baik," kata Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I Devy W A Suradji.

Menurut Devy, pemadaman selama satu jam dilakukan pada Sabtu (24/3) mulai pukul 20.30 WITA hingga 21.30 WITA di beberapa titik. Seperti di papan nama bandara, perkantoran, serta beberapa tempat usaha yang ada di bandara.

Dia menambahkan meski akan dilakukan pemadaman, tidak akan mengganggu aktivitas operasional dan pelayanan di bandara itu karena dilakukan secara simbolis di beberapa titik tertentu. Penerangan listrik di sejumlah titik vital tetap dinyalakan karena mendukung kinerja penerbangan.

Sebagai bentuk sosialisasi, pengelola bandara menayangkan video Earth Hour di area publik di bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura I mulai 20-24 Maret 2018. Pemadaman listrik yang dikampanyekan secara global oleh organisasi lingkungan hidup dunia World Wildlife Fund (WWF) satu jam itu dilakukan serentak di 13 bandara yang dikelola Angkasa Pura I.

Bandara di bawah Angkasa Pura I selain Bali yang melakukan hal serupa yakni Bandara Kupang, Makassar, Lombok, Banjarmasin. Juga di Manado, Balikpapan, Yogyakarta, Ambon, Semarang, Surabaya, Solo dan Biak.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement